Jakarta, InfoPublik - Kepala Pusat Pengujian Mineral dan Batubara (tekMIRA) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yose Rizal, menyatakan ASEAN menyepakati penghentian praktik pertambangan ilegal, karena menjadi salah satu hambatan utama pengentasan kemiskinan di negara berkembang.
Hal tersebut disampaikan Yose, usai penutupan ASEAN-IGF Workshop on Formalization of Artisanal and Small-Scale Mining (ASM) di Bali, Senin (29/4/2024).
Pertemuan itu adalah rangkaian acara pertemuan the 11th ASOMM Joint Working Group Meeting and Its Associated Meetings (ASOMM JWG ke-11) yang diselenggarakan pada 29 April sampai 3 Mei 2024.
"Pertambangan Rakyat dan Pertambangan Kecil atau Artisanal and Small-Scale Mining (ASM) telah diidentifikasi sebagai salah satu hambatan utama untuk menjadi pendorong pembangunan ekonomi, sosial dan pengentasan kemiskinan," kata Yose seeperti dilansir laman Kementerian ESDM, Rabu (1/5/2024).
Menurut Yose, setiap negara ASEAN sudah memiliki regulasi dan kebijakan terkait ASM, serta tantangan-tantangan yang dihadapinya seperti, kemiskinan dan budaya, pengaruh politik dalam formalisasi, masalah pekerja anak, kurangnya pengelolaan lingkungan hidup.
"Agar berhasil, proses itu harus mengatasi hambatan-hambatan utama yang terkait dengannya, sekaligus mendukung dan memberikan insentif kepada para penambang untuk menjadi formal," kata Yose.
Yose mengungkapkan, kunci untuk memformalkan ASM adalah dengan menerapkan beberapa langkah penting yakni dengan mengembangkan kerangka hukum yang kondusif.
Langkah selanjutnya yang juga tidak kalah penting adalah memasukkan penambang rakyat dan penambang skala kecil ke dalam perekonomian formal meningkatkan kinerja ekonomi, sosial dan lingkungan dari sektor itu memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan berkelanjutan.
"Kebijakan formalisasi adalah alat yang berharga untuk meningkatkan dampak ekonomi, sosial dan lingkungan ASM. Penciptaan lingkungan yang mendukung merupakan prasyarat formalisasi untuk mengembangkan potensinya dan mengubah ASM menjadi positif kontributor pembangunan berkelanjutan," kata Yose.