Jakarta, InfoPublik – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai 12,01 juta kunjungan. Jumlah tersebut meningkat 5,01 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, sekaligus menjadi capaian tertinggi sejak 2020 berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS RI, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa pada September 2026 jumlah kunjungan wisman mencapai 1.427.114 kunjungan. Angka tersebut tumbuh 2,31 persen dibandingkan September 2025, meskipun mengalami penurunan 10,79 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
“Secara kumulatif, sepanjang Januari sampai dengan September tahun 2026, total kunjungan wisman mencapai 12,01 juta kunjungan atau meningkat 5,01 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025. Capaian kunjungan wisman dari bulan Januari sampai dengan September tahun 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2020,” ujar Ateng dalam Rilis Berita Resmi Statistik BPS di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Berdasarkan negara asal, wisatawan pemegang paspor Malaysia menjadi kelompok terbesar yang berkunjung ke Indonesia pada September 2026 dengan kontribusi 16,76 persen. Berikutnya, wisatawan asal Australia menyumbang 12,43 persen dan Tiongkok sebesar 10,76 persen.
Dari sisi pintu masuk, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menjadi jalur utama kedatangan wisman. Kunjungan melalui bandara tersebut terutama didominasi wisatawan yang memegang paspor Australia.
Selain jumlah kunjungan, BPS mencatat rata-rata pengeluaran wisman selama berada di Indonesia juga mengalami peningkatan. Pada triwulan III 2026, rata-rata pengeluaran per kunjungan mencapai US$1.374,48, lebih tinggi dibandingkan triwulan II 2026 maupun triwulan III 2025. Adapun rata-rata lama tinggal wisman tercatat selama 11,01 malam.
Berdasarkan jenis pengeluaran, akomodasi menjadi komponen terbesar dengan rata-rata US$497,12 per kunjungan. Pengeluaran untuk makanan dan minuman mencapai US$271,33, sedangkan belanja dan cendera mata sebesar US$148,93.
Ateng menjelaskan, peningkatan pengeluaran wisatawan tersebut terutama terlihat pada kebutuhan akomodasi serta makanan dan minuman. Menurutnya, kondisi ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha, termasuk generasi muda, untuk mengembangkan usaha di sektor kuliner.
“Ini potensi anak-anak muda, potensi untuk membuka makanan dan minuman. Karena wisman terbesar kedua untuk makanan dan minuman,” jelas Ateng.
BPS juga mencatat karakteristik kunjungan wisman berdasarkan tujuan perjalanan dan pilihan akomodasi. Pada triwulan III 2026, sebanyak 79 persen wisatawan mancanegara datang ke Indonesia dengan tujuan utama berlibur. Sementara itu, 60,95 persen memilih hotel bintang sebagai akomodasi utama selama berada di Indonesia.
Di sisi lain, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) juga menunjukkan peningkatan secara tahunan. Pada September 2026, jumlah perjalanan wisnus mencapai 96,69 juta perjalanan atau naik 2,47 persen dibandingkan September 2025. Secara kumulatif, perjalanan wisnus sepanjang Januari–September 2026 mencapai 938,84 juta perjalanan, meningkat 4,10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ateng menyampaikan bahwa capaian perjalanan wisnus selama Januari–September 2026 merupakan yang tertinggi sejak 2019. Data tersebut melengkapi gambaran perkembangan aktivitas perjalanan wisata di dalam negeri sepanjang tahun berjalan.