Jakarta, InfoPublik – Pergerakan penumpang di sejumlah moda transportasi Indonesia menunjukkan pertumbuhan secara tahunan pada September 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan jumlah penumpang angkutan kereta api, angkutan laut domestik, serta angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (ASDP) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS RI, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa secara bulanan jumlah penumpang pada hampir seluruh moda transportasi mengalami penurunan. Pengecualian terjadi pada angkutan kereta api yang mencatat kenaikan sebesar 0,47 persen dibandingkan Agustus 2026.
“Pada kondisi September tahun 2026, secara bulanan terjadi penurunan jumlah penumpang pada seluruh moda transportasi, kecuali pada moda angkutan kereta yang naik sebesar 0,47 persen. Secara tahunan, sebagian besar moda transportasi mengalami peningkatan,” jelas Ateng dalam Rilis Berita Resmi Statistik BPS di Jakarta, Senin (02/11/2026).
Pada September 2026, jumlah penumpang kereta api mencapai 48,55 juta orang atau meningkat 7,83 persen secara tahunan. Angkutan ASDP juga mencatat pertumbuhan sebesar 7,54 persen dengan jumlah penumpang mencapai 4,23 juta orang. Adapun penumpang angkutan laut domestik mencapai 2,45 juta orang atau tumbuh 2,61 persen.
Sebaliknya, penumpang angkutan udara domestik tercatat sebanyak 4,22 juta orang, turun 12,39 persen dibandingkan September 2025. Penurunan juga terjadi pada angkutan udara internasional yang mengangkut 1,74 juta penumpang atau berkurang 2,92 persen secara tahunan.
Jika dilihat berdasarkan perkembangan kumulatif Januari hingga September 2026, jumlah penumpang kereta api meningkat 7,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angkutan ASDP tumbuh 8,48 persen dan angkutan laut domestik meningkat 3,17 persen. Sementara itu, penumpang angkutan udara domestik turun 4,49 persen dan angkutan udara internasional berkurang 1,00 persen.
Selain angkutan penumpang, BPS mencatat perkembangan positif pada pengangkutan barang melalui angkutan laut domestik. Pada September 2026, volume barang yang diangkut mencapai 48,19 juta ton atau meningkat 1,10 persen dibandingkan Agustus 2026. Secara tahunan, volume tersebut tumbuh 10,81 persen. “Di sisi lain, untuk angkutan laut domestik mengalami peningkatan yaitu sebesar 1,10 persen secara bulanan dan juga 10,81 persen secara tahunan,” ujar Ateng.
Di sisi lain, angkutan barang melalui kereta api mengalami penurunan. Volume barang yang diangkut pada September 2026 mencapai 5,97 juta ton, turun 4,65 persen secara bulanan dan 4,61 persen secara tahunan.
Penurunan juga terjadi pada angkutan udara domestik. Volume barang yang diangkut tercatat sebesar 47,4 ribu ton atau turun 4,05 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Jika dibandingkan September 2025, angkutan barang udara domestik mengalami penurunan 7,78 persen.
Secara kumulatif selama Januari–September 2026, volume barang yang diangkut melalui angkutan laut domestik meningkat 6,08 persen. Sebaliknya, angkutan barang udara domestik turun 12,08 persen dan angkutan barang kereta api berkurang 5,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Perkembangan tersebut menunjukkan adanya perbedaan pergerakan penumpang dan distribusi barang pada setiap moda transportasi. Kereta api dan angkutan penyeberangan mencatat pertumbuhan penumpang secara tahunan, sedangkan angkutan laut domestik menunjukkan peningkatan volume pengangkutan barang pada September 2026.