Jakarta, InfoPublik - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengatakan, tingkat penggunaan genteng tanah liat untuk atap rumah di Provinsi Jawa Barat baru mencapai 87 persen, meski wilayah tersebut dikenal sebagai salah satu sentra produksi genteng nasional.
Hal itu disampaikan Tito Karnavian, melalui keterangan resmi, di sela-sela kegiatan pelepasan 125 truk yang mengangkut genteng produk UMKM lokal di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026).
Menurut Mendagri Tito, angka tersebut menempatkan Jawa Barat di bawah Daerah Istimewa Yogyakarta yang mencatatkan persentase tertinggi sebesar 97 persen, serta Jawa Timur yang mencapai 95 persen.
Padahal secara kuantitas, Jawa Barat memiliki jumlah rumah pengguna genteng terbanyak di Indonesia, yakni melebihi 13 juta unit rumah.
Tito Karnavian mengatakan, di tingkat nasional, persentase rumah yang memanfaatkan atap genteng baru menyentuh angka 57 persen.
Sementara itu, sekitar 37 persen rumah di Indonesia masih menggunakan seng, dan sisanya memanfaatkan bahan seperti asbes, papan, bambu, hingga material alami seperti ijuk dan jerami.
Menurut Mendagri, genteng tanah liat merupakan pilihan penutup atap terbaik untuk hunian warga karena memiliki berbagai keunggulan dibanding material lain. "Genteng tanah liat tidak menimbulkan suara berisik saat hujan, membuat ruangan tetap adem, indah secara estetika, serta sangat layak untuk tempat tinggal," ujar Tito Karnavian.
Program Gentengisasi itu diinisiasi oleh Presiden RI Prabowo Subianto sebagai bentuk keprihatinan atas maraknya penggunaan atap seng di masyarakat.
Penggunaan seng dinilai membuat kondisi dalam rumah menjadi panas dan merusak estetika kawasan pemukiman.
Menindaklanjuti arahan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bergerak cepat mengamankan pasokan material lokal.
Sedangkan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait mengatakan pihaknya telah memesan sejumlah 2,5 juta genteng tanah liat dari para penrajin di Jawa Barat.
Genteng tersebut dipesan untuk mendukung kebutuhan proyek pembangunan rumah baru dan program bedah rumah.
Rinciannya, sejumlah 500 ribu genteng dipesan dari sentra kerajinan Plered di Kabupaten Purwakarta, serta 2 juta genteng dipesan dari kawasan Jatiwangi di Kabupaten Majalengka.