Jakarta, InfoPublik – Wakil Menteri (Wamen) Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mempercepat hilirisasi dan investasi berkelanjutan. Hal tersebut sejalan dengan misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
"Merealisasikan target investasi Rp13.528 triliun dalam lima tahun mendatang membutuhkan kerja sama luar biasa antara pusat dan daerah. Semua yang hadir di sini memiliki peran penting dalam pencapaian pertumbuhan ekonomi bangsa," ujarnya dalam kegiatan pers yang diterima InfoPublik pada Kamis (12/12/2024).
Menurut Todotua, pencapaian ini akan sulit untuk diwujudkan tanpa adanya konsolidasi. Ia mengajak semua peserta untuk memanfaatkan rapat konsolidasi ini untuk bersama-sama menyampaikan pemikiran dan harapan, kemudian berembuk untuk mencapai kesepakatan dalam memberi rekomendasi cara pencapaian target-target kerja pada tahun depan.
Hasilnya akan disampaikan kepada Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi 2024 pada Rabu (11/12/2024).
Acara ini mengusung tema “Akselerasi Hilirisasi dan Investasi Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas” dan menjadi bagian dari Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) Investasi 2024 yang berlangsung sehari setelahnya.
Sebanyak 942 peserta dari berbagai instansi pusat dan daerah, termasuk Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), administrator Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB), turut berpartisipasi.
Rapat dibagi menjadi dua sesi sidang kelompok. Kelompok I membahas Strategi Akselerasi Hilirisasi Investasi Strategis yang Berkelanjutan, sementara Kelompok II mendiskusikan Upaya Pengembangan Hilirisasi Komoditas Strategis untuk Pertumbuhan Ekonomi di Daerah. Setiap kelompok difasilitasi oleh pejabat tinggi madya dari BKPM untuk merumuskan rekomendasi kebijakan strategis.
Rekomendasi dari Kelompok I mencakup kebijakan hilirisasi investasi strategis, akselerasi kerja sama internasional, dan dukungan pemerintah pusat terhadap daerah. Kelompok II menyoroti isu kelembagaan, percepatan RDTR, mekanisme perizinan berbasis risiko, anggaran, serta pengembangan sumber daya manusia.
Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal sekaligus Ketua Pelaksana, Riyatno menegaskan bahwa rekomendasi ini bertujuan mendukung target pemerintah mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dalam lima tahun ke depan. "Dengan sinergi yang baik, kami optimis target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai," ungkapnya.
Rapat Konsolidasi ini menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah, memetakan potensi, serta mengidentifikasi tantangan hilirisasi dan investasi di seluruh Indonesia. Acara ini diakhiri dengan pembacaan rekomendasi dari masing-masing kelompok yang disambut tepuk tangan meriah oleh seluruh peserta.