- Oleh Mukhammad Maulana Fajri
- Sabtu, 2 November 2024 | 21:37 WIB
: Penandatangan kerja sama antara Pertamina Hulu Energi (PHE), dan Korea Maritime & Ocean University Consortium (KMOUC) pada IISF 2024 di JCC Jakarta Pusat, pada Jumat (6/9/2024)/ foto: IISF 2024
Oleh Mukhammad Maulana Fajri, Jumat, 6 September 2024 | 11:22 WIB - Redaktur: Untung S - 257
Jakarta, InfoPublik - Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2024 menjadi bukti nyata untuk mewujdukan kolaborasi hadapi perubahan iklim. Wujud nyata tersebut ditabdai dengan penadatanganan kerja sama Pertamina Tangani Transisi Energi.
Pada hari pertama IISF dilaksanakan, Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya melibatkan kolaborasi dalam menangani perubahan iklim dan menjalankan transisi energi. Presiden mengajak semua pihak untuk bergabung dalam upaya-upaya tersebut. Presiden berharap forum IISF dapat menjadi tempat bertemunya pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya untuk berkolaborasi menghadapi tantangan iklim global.
"Indonesia sangat terbuka bermitra dengan siapa pun untuk memaksimalkan potensi bagi dunia yang lebih hijau, untuk memberikan akses energi hijau yang berkeadilan, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan," ujar Presiden pada pembukaan kegiatan Indonesia International Sustainability Forum 2024, Kamis (5/9/2024), di JCC Senayan, Jakarta.
Hak yang sama juga dilakukan oleh Pertamina sebagai perusahaan energi dengan terus mengembangkan inisiatif-inisiatifnya dalam mendukung upaya pemerintah menghadapi tantangan perubahan iklim. Sebagai bukti komitmen mewujudkan net zero emission, pada ajang IISF 2024, Pertamina menandatangani empat perjanjian yang menjadi rangkaian kegiatan Indonesia International Sustainability Forum 2024 Jumat (6/9/2024).
"Penandatanganan ini merupakan wujud komitmen Pertamina dalam menghadapi perubahan iklim. Sesuai dengan pernyataan Presiden bahwa kolaborasi merupakan cara untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan Transisi Energi," ujar VP Corporate Communication, Fadjar Djoko Santoso.
Perjanjian kerja sama tersebut, yakni Joint Study Agreement (JSA) antara Pertamina, Pertamina Hulu Energi (PHE), dan Korea Maritime & Ocean University Consortium (KMOUC). Selain itu, sinergi antara Pertamina dan Pupuk Indonesia sebagai bentuk sinergi BUMN dalam kajian bersama pengembangan potensi CCS/CCUS.
Pertamina Group juga melakukan sinergi melalui JSA mengenai Feasibility Study on Carbon Capture, Transportation and Storage, dengan blok Offshore ONWJ sebagai fasilitas penyimpanan karbon. Terakhir, Pertamina Group menandatangani perjanjian JSA CCS & CEO Strategic Exchange bersama dengan POSCO.
"Pertamina mendukung penuh upaya pemerintah mewujudkan Net Zero Emission melalui beberapa perjanjian kerja sama studi dalam mengembangkan Teknologi CCS/CCUS, tak hanya dengan perusahaan dari luar negeri, sinergi antar BUMN pun akan kami tingkatkan," imbuh Fadjar.
Pantauan InfoPublik, pada hari ke-2 IISF 2024, terdapat banyak antusias dan berbagai diskusi menarik yang memantik pembahasan terkait perwujudan untuk mengatasi perubahan iklim dengan berbagai langkah kolaborasi bersama. Kerja sama terkait transisi energi itu, diharapkan bisa mewujudkan net zero emisson (NZE) dan juga energi yang berkelanjutan.