Pemerintah Siapkan Rencana Cadangan Tangani Arus Balik Sumatera - Jawa

: Menhub Budi Karya Sumadi (ketiga dari kanan) bersama sejumlah pihak pada rapat koordinasi penanganan arus balik Lebaran 2024 di Mapolda Lampung.


Oleh Dian Thenniarti, Sabtu, 13 April 2024 | 10:59 WIB - Redaktur: Taofiq Rauf - 302


Jakarta, InfoPublik - Pemerintah telah menyiapkan strategi dan upaya guna menangani arus balik Lebaran dari pulau Sumatera ke Jawa. Berbagai langkah telah diambil, termasuk menyiapkan rencana cadangan untuk mengantisipasi dan mengurai kepadatan di pelabuhan tersebut pada puncak arus balik.

Hal itu dirumuskan pada Rapat Koordinasi Penanganan Arus Balik Lebaran 2024 di Mapolda Lampung Jumat (12/4/2024), yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyampaikan telah menugaskan PT ASDP agar membuat rencana cadangan dalam menghadapi berbagai situasi yang mungkin terjadi sehingga pergerakan menjadi mulus dan tidak terjadi antrean.

Ia pun telah menginstruksikan agar Surat Perintah Berlayar (SPB) kapal dapat dipercepat dikeluarkan saat dibutuhkan demi kelancaran arus balik.

"Intinya, keterpaduan dari regulator, operator dan aparat. Saya pikir komandonya di tangan Kapolda dan Gubernur Lampung, jika ada operator dan regulator yang tidak cekatan bisa ditegur agar pola operasinya lebih baik. Kita berharap mudik ceria, aman dan selamat ini bisa terwujud," ucap Menhub dalam keterangan resminya pada Sabtu (13/4/2024).

Ia menambahkan, akan memaksimalkan Pelabuhan Panjang yang berfungsi sebagai pelabuhan penyeberangan. Ada tiga kapal yang dioperasikan dari pelabuhan tersebut dengan keberangkatan pukul 12.00, 14.00 dan 16.00 WIB.

"Bagi masyarakat yang tinggal di Bandar Lampung, tentunya lebih efisien dari pelabuhan ini sehingga tidak perlu ke Bakauheni," katanya.

Menhub juga mengingatkan bahwa truk tiga sumbu tidak boleh jalan selama arus balik. Hal ini dikarenakan truk tiga sumbu berpotensi mengganggu perjalanan dan sulit dikendalikan dalam rekayasa lalu lintas.

Sementara itu Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, rapat ini dikhususkan untuk membahas penanganan penyeberangan dari Pelabuhan Bakauheni dan Panjang menuju Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ.

"Ada beberapa hal yang sudah kita sepakati, tinggal bagaimana nanti kita harus bisa menegakkan dan mengawal implementasinya di lapangan," ujarnya.

Sejumlah penanganan yang telah disepakati yakni akan ada penetapan tiga kategori delaying system, yakni kategori hijau, kuning, dan merah. Kategori hijau artinya antrean masuk dalam keadaan normal, maka kebijakan berjalan seperti biasa.

Sementara, kategori kuning artinya apabila terlihat sudah ada antrean sepanjag 1 km dari pintu gerbang pelabuhan, maka delay system akan diaktifkan, yakni dengan mengaktifkan lima rest area dan empat buffer zone yang ada di lintas tengah maupun lintas timur.

"Namun jika antrean kendaraan sudah mencapai 4 km menjelang pintu gerbang, maka sudah masuk kategori merah. Penanganan yang akan dilakukan adalah seluruh rest area dan tol khusus akan diaktifkan," ucap Muhadjir.

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh MC KAB DONGGALA
  • Jumat, 14 Juni 2024 | 22:01 WIB
Pj Bupati Donggala Buka Sosialisasi Kesadaran Keamanan Siber
  • Oleh Wandi
  • Jumat, 14 Juni 2024 | 18:36 WIB
Kementerian ATR/BPN akan Gelar Reforma Agraria Summit 2024
  • Oleh MC KAB SOLOK SELATAN
  • Jumat, 14 Juni 2024 | 16:13 WIB
Ketua PMI Solsel: Terima Kasih Para Pendonor Darah
  • Oleh Dian Thenniarti
  • Kamis, 13 Juni 2024 | 22:28 WIB
ASDP Inisiasi Kegiatan Volunteer Bedah Rumah di Lampung Selatan
  • Oleh Farizzy Adhy Rachman
  • Kamis, 13 Juni 2024 | 22:23 WIB
Pamerkan Potensi Daerah, Diskominfosandi Seruyan Jalin Kemitraan dengan InfoPublik
  • Oleh Dian Thenniarti
  • Kamis, 13 Juni 2024 | 19:27 WIB
InJourney Airports Sukses Layani Keberangkatan 216 Ribu Calon Haji