Jeddah, InfoPublik — Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, mengapresiasi kepulangan 393 jemaah haji Kloter UPG 10 asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, yang kembali ke Tanah Air dalam kondisi lengkap tanpa ada jemaah yang sakit maupun wafat selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Apresiasi tersebut disampaikan Menhaj saat melepas keberangkatan Kloter UPG 10 di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, Senin (8/6/2026). “Saya mengapresiasi jemaah UPG 10. Semuanya tertib, tidak ada yang sakit dan tidak ada yang wafat. Ini capaian yang bagus untuk kloter ini,” ujar Menhaj.
Menurut Menhaj, kepulangan jemaah secara utuh merupakan indikator penting keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji, mengingat seluruh rangkaian ibadah menuntut kesiapan fisik, mental, serta kedisiplinan yang tinggi dari setiap jemaah.
Mochamad Irfan Yusuf menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kepatuhan jemaah terhadap arahan petugas, kemampuan menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci, serta dukungan pelayanan yang diberikan sejak keberangkatan hingga pemulangan.
Berdasarkan data petugas penyelenggara ibadah haji, hingga awal Juni 2026 sebanyak 108 kelompok terbang (kloter) atau sekitar 42 ribu jemaah haji Indonesia telah kembali ke Tanah Air. Jumlah tersebut setara dengan 20,9 persen dari total jemaah haji Indonesia tahun ini. “Laporan dari teman-teman bandara, sudah 108 kloter dengan sekitar 42.000 jemaah atau 20,9 persen dari seluruh jemaah haji kita. Semuanya lancar, semuanya baik-baik saja,” kata Menhaj.
Fase pemulangan jemaah menjadi salah satu tahapan krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji. Karena itu, Menhaj mengingatkan seluruh petugas haji agar tetap menjaga semangat pelayanan dan profesionalisme hingga seluruh proses pemulangan selesai.
Menurutnya, berakhirnya puncak pelaksanaan ibadah haji tidak berarti tugas pelayanan telah selesai. Justru pada fase kepulangan dibutuhkan perhatian yang sama besar untuk memastikan seluruh jemaah dapat kembali ke daerah asal dengan aman dan nyaman. “Saya kira petugas, walaupun puncak haji sudah terlewati, saya harapkan tetap seperti awal. Tetap melanjutkan pekerjaan sampai kepulangan jemaah haji terakhir ke Tanah Air,” tegasnya.
Kementerian Haji dan Umrah terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan seluruh proses pemulangan berjalan tertib, mulai dari layanan transportasi, pemeriksaan dokumen perjalanan, pengelolaan bagasi, hingga pendampingan bagi jemaah lanjut usia dan kelompok rentan.
Upaya tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan kualitas pelayanan publik serta peningkatan tata kelola pemerintahan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Selain itu, keberhasilan penyelenggaraan haji yang aman dan nyaman juga menjadi bagian dari penguatan pelayanan keagamaan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh warga negara.
Dengan lebih dari seperlima jemaah telah kembali ke Indonesia, Kementerian Haji dan Umrah optimistis fase pemulangan tahun 2026 dapat berlangsung lancar hingga jemaah terakhir tiba di Tanah Air.
Pemerintah berharap seluruh jemaah dapat kembali ke keluarga masing-masing dalam keadaan sehat serta membawa pengalaman spiritual yang menjadi bekal untuk memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat setelah menunaikan ibadah haji.