Ibadah Haji Perkuat Semangat Persaudaraan
Kominfo Lumajang/Tomi
Kominfo Lumajang/Tomi
Lumajang, InfoPublik – Pelepasan 1.258 jemaah haji asal Kabupaten Lumajang tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial masyarakat.
Hal itu memperlihatkan bagaimana ibadah haji menjadi ruang kebersamaan yang menyatukan keluarga, pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam suasana saling mendoakan.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menilai momen keberangkatan haji memiliki makna sosial yang besar karena menghadirkan rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Setiap jemaah yang berangkat membawa harapan keluarga sekaligus doa dari lingkungan sekitarnya.
“Keberangkatan haji bukan perjalanan sendiri. Di balik setiap jemaah ada keluarga yang mengantar, masyarakat yang mendoakan, dan harapan bersama agar semuanya berjalan lancar,” ujar Indah di Pendopo Arya Wiraraja, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (12/5/2026),
Menurutnya, nilai penting dari ibadah haji tidak hanya terletak pada pelaksanaan rukun Islam kelima, tetapi juga pada semangat kebersamaan yang tumbuh sejak proses keberangkatan hingga kepulangan.
Momen tersebut menjadi pengingat bahwa kehidupan sosial masyarakat Lumajang masih ditopang budaya saling menguatkan, menghormati, dan mendoakan satu sama lain.
Tradisi mengantar jemaah menjadi bentuk nyata hubungan sosial yang terpelihara di tengah masyarakat, di mana keberangkatan seseorang menjadi perhatian dan doa banyak orang.
Indah Amperawati mengatakan solidaritas seperti itu penting dijaga karena menjadi kekuatan sosial yang memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Semangat saling mendoakan ini adalah modal sosial. Ketika masyarakat masih saling peduli, saling menguatkan, itu tanda bahwa persaudaraan di daerah kita tetap kuat,” katanya.
Ia juga mengingatkan para jemaah agar menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah serta mengikuti arahan petugas pembimbing agar seluruh rangkaian haji dapat dijalankan dengan baik.
Selain itu, para jemaah diminta menjaga sikap dan nama baik daerah selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, jemaah membawa identitas Lumajang yang dikenal sebagai masyarakat religius dan menjunjung tinggi kebersamaan.
(MC Kab. Lumajang/Anby/An-m)
© Copyright 2026, All Rights Reserved