Sebanyak 4.694 Jemaah Haji Riau Telah Diberangkatkan ke Tanah Suci
Istimewa
Istimewa
Pekanbaru, InfoPublik — Jemaah haji asal Kota Pekanbaru, Fakhriadi Syamsuddin Karanin, bersama istrinya sekaligus pendamping, Jermi Yurnalis Sudin, diberangkatkan ke Arab Saudi setelah dinyatakan sehat dan layak terbang.
Keduanya berangkat melalui Embarkasi Batam bersama Kelompok Terbang BTH 21 yang tergabung dengan jemaah asal Provinsi Jambi, Sabtu (16/5/2026). Dengan mengenakan kain ihram sejak dari asrama haji, pasangan tersebut bertolak menuju Jeddah untuk melaksanakan umrah dan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, mengatakan proses keberangkatan berjalan lancar setelah jemaah dinyatakan memenuhi syarat kesehatan dan administrasi penerbangan.
“Alhamdulillah, jemaah atas nama Fakhriadi Syamsuddin Karanin bersama pendamping Jermi Yurnalis Sudin telah dinyatakan layak terbang dan hari ini diberangkatkan menuju Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji,” ujar Defizon di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Minggu (17/5/2026).
Defizon menjelaskan, hingga 16 Mei 2026 jumlah jemaah haji Provinsi Riau yang telah diberangkatkan ke Tanah Suci mencapai 4.694 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 4.625 jemaah haji, 21 Petugas Haji Daerah, lima pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah, serta 43 petugas haji kloter.
Meski demikian, sejumlah jemaah mengalami penundaan keberangkatan. Satu jemaah masih dirawat di Batam, sementara 12 orang dipulangkan ke daerah. Mereka terdiri atas lima jemaah sakit, satu jemaah wafat, satu jemaah hamil, dan lima pendamping.
Selain itu, dua jemaah sakit masih berada di daerah dan satu jemaah lainnya wafat sebelum keberangkatan.
Defizon mengingatkan seluruh jemaah asal Riau yang telah berada di Arab Saudi agar memanfaatkan waktu di Tanah Suci untuk memperbanyak ibadah dan menjaga kekhusyukan selama menjalankan rangkaian haji.
“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah agar tidak menyia-nyiakan waktu berharganya di Tanah Suci hanya untuk sibuk berswafoto. Jangan sampai melakukan larangan yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi, terutama saat menjalani rangkaian ibadah inti seperti tawaf. Fokuskan diri untuk beribadah, memperbanyak doa, zikir, dan menjaga kekhusyukan agar memperoleh haji yang mabrur,” pesannya.
Ia juga mengingatkan jemaah agar menjaga Kartu Nusuk selama berada di Arab Saudi. Menurut Defizon, kartu tersebut merupakan identitas penting yang mendukung mobilitas jemaah selama menjalankan ibadah haji.
“Kartu Nusuk adalah aset penting dan krusial untuk mendukung kelancaran aktivitas dan mobilitas jemaah sehari-hari selama ibadah haji. Karena itu, jemaah diminta menjaga kartu tersebut agar tidak hilang, rusak, atau patah,” jelasnya.
Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, jemaah diminta mulai mengatur aktivitas dan menjaga stamina, terutama menghadapi cuaca panas ekstrem di Arab Saudi.
“Jemaah diimbau menjaga pola makan, memperbanyak konsumsi air putih, serta mengurangi aktivitas luar ruangan yang tidak terlalu penting. Selalu gunakan payung, masker, dan alas kaki saat beraktivitas,” imbaunya.
Khusus bagi jemaah risiko tinggi dan lanjut usia, Defizon meminta agar mereka tetap berada dalam pengawasan petugas kloter maupun pendamping sehingga kondisi kesehatan dapat terpantau dengan baik.
Kanwil Kemenhaj Riau juga mencatat dua jemaah haji asal Riau wafat di Arab Saudi. Keduanya adalah Dawanus Mahmud Muhammad, jemaah Kloter BTH 05 asal Kabupaten Kampar yang wafat di Madinah, serta Marati Kasmuri Usman, jemaah Kloter BTH 09 asal Kabupaten Bengkalis yang wafat di Makkah.
Defizon berharap seluruh jemaah haji Provinsi Riau diberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran dalam menjalankan ibadah hingga kembali ke tanah air dengan selamat serta memperoleh haji mabrur.
(Mediacenter Riau/sa)