Sekda Kalbar Tekankan Kesehatan dan Solidaritas Jemaah Haji Menuju Tanah Suci
Pontianak, InfoPublik – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat (Sekda Kalbar), Harisson, memastikan kesiapan keberangkatan 157 Calon Jemaah Haji asal Kota Singkawang yang tergabung dalam kloter 14 menuju Tanah Suci melalui Asrama Haji Pontianak, Selasa (5/5/2026), dengan menekankan aspek kesehatan, pelayanan, dan koordinasi jamaah sebagai faktor utama kelancaran ibadah.
Para calon jemaah dijadwalkan bertolak melalui Bandara Internasional Supadio menuju Embarkasi Batam sebelum melanjutkan penerbangan ke Jeddah. Momentum ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang telah dinanti bertahun-tahun oleh para calon tamu Allah.
Di tengah prosesi pelepasan, Sekda Kalbar tampak turun langsung membantu para calon jemaah, bahkan satu per satu dinaikkan ke dalam bus. Ia juga memastikan kesiapan layanan, termasuk dukungan medis bagi jamaah, terutama yang lanjut usia dan penyandang disabilitas.
Dalam keterangannya, Sekda Kalbar Harisson mengatakan pentingnya menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji. Ia mengingatkan bahwa kondisi fisik yang prima menjadi kunci utama dalam menyempurnakan rukun Islam kelima tersebut.
“Ini merupakan penerbangan kloter ke-14 dari Kalimantan Barat, Jamaah kita akan bergabung dan berangkat dari Batam menuju Jeddah. Saya berpesan, yang paling utama adalah menjaga kesehatan, jangan sampai saat menjalankan rukun dan wajib haji, justru kondisi kita tidak fit,” pesannya.
Ia juga menyebutkan bahwa pelayanan haji tahun ini dirancang lebih ramah, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia, disabilitas, dan perempuan.
“Pelayanan kita tahun ini juga memberi perhatian pada jamaah kelompok rentan, terutama ramah terhadap lansia, disabilitas, dan perempuan. Dalam kloter ini ada jamaah yang menggunakan kursi roda, maka saya minta seluruh jamaah saling peduli dan membantu,” katanya.
Selanjutnya, Sekda menjelaskan sistem pengelompokan jemaah yang diharapkan dapat memperkuat kebersamaan serta saling menjaga selama di Tanah Suci.
“Setiap 10 orang ada ketua regu, dan setiap 45 orang ada ketua rombongan. Saya berharap ketua regu dan ketua rombongan benar-benar dapat menjalankan perannya, memastikan semua anggota dalam kondisi baik, saling menjaga, terutama bagi jamaah yang membutuhkan perhatian khusus,” jelasnya.
Ia pun mengajak seluruh jemaah untuk menjaga kekompakan serta membawa nama baik daerah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Bapak dan Ibu bukan hanya berangkat sebagai individu, tetapi juga membawa nama Kalimantan Barat, tunjukkan sikap saling menghormati, menjaga kebersamaan, dan menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan,” tutupnya.
Sementara itu, salah satu calon jamaah haji asal Kota Singkawang, Syauqi Irfan, menyampaikan rasa syukur dan harapannya sebelum keberangkatan. Ia mengaku telah menunggu lebih dari satu dekade untuk bisa menunaikan ibadah haji.
“Saya mendaftar sejak 2013, artinya sudah sekitar 13 tahun menunggu. Ini adalah kesempatan yang sangat kami syukuri,” ungkapnya.
Ia berharap perjalanan ibadahnya bersama rombongan diberikan kelancaran serta keberkahan.
“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat Singkawang dan Kalbar. Mudah-mudahan kami dapat menjalankan ibadah haji dengan sempurna, diberi kesehatan, dan kembali ke tanah air dengan selamat,” tuturnya.
Dengan suara yang penuh harap, ia juga mengungkapkan keinginan terbesar para jamaah.
“Harapan kami sederhana, semoga kami bisa menjadi haji yang mabrur, itu yang kami cita-citakan sejak lama,” tutupnya.
Pelepasan ini menjadi momen penuh makna, bukan hanya bagi para jamaah, tetapi juga bagi keluarga yang mengantar dengan doa dan harapan. Perjalanan panjang menuju Tanah Suci menjadi simbol pengabdian dan ketulusan, yang diiringi harapan agar seluruh jamaah dapat kembali sebagai pribadi yang lebih baik, membawa keberkahan bagi diri, keluarga, dan masyarakat. (Wnd/irm)