Jeddah, InfoPublik– Tim Kantor Urusan Haji (KUH) pada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah bertemu dengan pihak Saudia Airline untuk membahas peningkatan layanan bagi jemaah umrah yang sakit dan memerlukan perlakuan khusus selama penerbangan.
Pertemuan itu berlangsung di Jeddah dan dihadiri oleh Konsul Haji KJRI Jeddah, Nasrullah Jasam, serta jajaran tim KUH. Sementara dari pihak Saudia Airline, hadir Manager Medical Services On Board, Loui H Basffar, beserta timnya.
Dalam pertemuan tersebut, Nasrullah Jasam menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dengan Saudia Airline. Ia menekankan pentingnya peningkatan layanan, khususnya bagi jemaah umrah yang memiliki kondisi kesehatan khusus.
"Pertemuan ini bertujuan untuk menyempurnakan prosedur dan layanan bagi jemaah umrah agar mereka dapat melaksanakan ibadah dengan tenang dan khusyuk," ujar Nasrullah.sebagaimana dilansir Kemenag, Kamis (30/1/2024).
Diskusi ini mencakup berbagai aspek penting, termasuk penanganan medis selama penerbangan, fasilitas kesehatan di dalam pesawat, serta mekanisme layanan bagi jemaah yang membutuhkan perhatian khusus.
Menanggapi hal tersebut, Loui H Basffar menegaskan komitmen Saudia Airline dalam menyediakan layanan terbaik bagi jemaah umrah, terutama mereka yang membutuhkan bantuan medis selama penerbangan.
"Kami memahami bahwa perjalanan umrah adalah momen yang sangat penting bagi jemaah, dan kesehatan mereka adalah prioritas utama kami," ujar Loui H Basffar.
Ia menambahkan bahwa pasien umrah yang sakit harus menyerahkan Formulir Informasi Medis (MEDIF) sebelum penerbangan. Selain itu, penumpang yang menggunakan tabung oksigen kesehatan seberat 6L diperbolehkan membawanya ke dalam pesawat. Pihak Saudia juga akan meningkatkan komunikasi antara jemaah, petugas kesehatan, dan awak penerbangan untuk memastikan kenyamanan selama perjalanan.
Nasrullah Jasam menekankan bahwa komunikasi yang solid antara biro perjalanan (PPIU, Syarikat), maskapai penerbangan, dan KUH menjadi kunci dalam memberikan layanan terbaik bagi jemaah umrah, khususnya mereka yang sakit dan harus kembali ke tanah air.
"Melalui kerja sama yang baik antara Saudia dan KUH, kami berharap pengalaman ibadah jemaah umrah dapat terlaksana dengan baik dan nyaman," tutup Nasrullah.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan pelayanan penerbangan bagi jemaah umrah yang memerlukan perhatian medis semakin optimal, sehingga mereka dapat menjalankan ibadah dengan lebih aman dan nyaman.