Jakarta, InfoPublik – Wakil Menteri Agama (Wamenag) HR Muhammad Syafi’i berangkat ke Arab Saudi untuk melaksanakan amanah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait pelaksanaan ibadah haji pada musim 1446 H/2024 M.
Fokus utama dari perjalanan itu adalah untuk meningkatkan pelayanan haji serta menurunkan biaya haji, guna memastikan bahwa ibadah haji menjadi lebih terjangkau dan berkualitas bagi jemaah Indonesia.
"Dari awal saya memang berjuang untuk satu hal yaitu merealisasikan amanah Presiden RI Prabowo Subianto dalam musim haji 2024 M. Amanah beliau adalah pelayanan yang lebih baik dan ongkos haji yang lebih murah," ujar Wamenag Muhammad Syafi’i dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (13/1/2025).
Menghadapi skeptisisme dari sebagian pihak yang meragukan bahwa penurunan biaya haji akan mengorbankan kualitas pelayanan, Wamenag Syafi’i justru melihat hal tersebut sebagai tantangan untuk lebih efisien tanpa mengurangi kualitas.
"Ada yang meragukan dengan turunnya ongkos haji akan terjadi pula penurunan pelayanan. Namun, saya justeru melihat sebaliknya, apa itu? Asumsi dana efisiensi yang cukup besar, itu menunjukkan bahwa ongkos haji masih bisa diefisiensikan dan diefektifkan," sambung Wamenag.
Wamenag Syafi’i menjelaskan bahwa dana efisiensi merujuk pada selisih antara jumlah harga yang tercantum dalam kontrak dengan harga yang sebenarnya dibayarkan oleh jemaah haji. Pada musim haji 2023, dana efisiensi tercatat lebih dari Rp1 Triliun, dan untuk 2024 diperkirakan akan mencapai lebih dari Rp600 Miliar. "Inilah faktanya, bahwa diperlukan kejelian dan kecermatan, agar perencanaan tepat sasaran," tambahnya.
Dengan semakin banyaknya perusahaan yang menawarkan jasa terkait haji, Wamenag menilai bahwa hal ini akan menyebabkan harga yang lebih kompetitif, yang secara langsung berdampak pada penurunan ongkos haji.
Selain itu, Wamenag Muhammad Syafi’i menyebutkan bahwa pihaknya akan mempelajari sukses story dari negara-negara yang telah berhasil memberikan pelayanan haji dengan baik. "Kita belajar dari sukses story mereka dalam melayani haji di negara lain. Selain itu, kami juga akan memverifikasi semua hal, seperti pajak yang cukup tinggi, hotel yang telah dikontrak, serta posisi Armuzna yang sudah disetujui, hingga katering yang kemarin berhasil kita turunkan," jelasnya.
Selama berada di Arab Saudi, Wamenag Syafi’i akan melakukan pertemuan dengan berbagai pihak terkait, seperti otoritas bandara di Jeddah dan Madinah, serta pihak-pihak lain yang terkait dengan penyelenggaraan haji. "Saya baru pertama kali melayani sebagai pejabat Kemenag. Saya perlu memahami fakta di lapangan untuk mengambil kebijakan yang lebih baik dalam melayani jemaah haji Indonesia," tambahnya.
Wamenag berharap perjalanan ini akan memberikan informasi yang bermanfaat sebagai bahan untuk merumuskan kebijakan yang lebih baik, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat dan masyarakat. "Semoga perjalanan ini menambah informasi untuk mengambil kebijakan yang lebih baik bagi umat dan masyarakat," pungkas Wamenag HR Muhammad Syafi’i.