Dokter Sigap Layani Jemaah Haji Indonesia yang Dirawat
Jakarta, InfoPublik - Pada 9 Zulhijah 1444 H, sekitar 200 ribu jemaah haji berkumpul di padang Arafah untuk melaksanakan prosesi wukuf yang merupakan rukun wajib dalam ibadah haji.
Pos kesehatan (Poskes) Arafah disiapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan untuk para jemaah haji. Seorang jemaah haji Indonesia Kloter JKS 1 asal Tasikmalaya yang tengah dirawat, Masitoh usia 68 tahun mengalami sesak napas.
Ia menceritakan penyakitnya itu kambuh saat ibadah wukuf, padahal obat sudah rutin ia konsumsi. Masitoh juga mengaku sesak napas nya sudah dialami sejak di tanah air namun tidak sering.
“Alhamdulillah pos kesehatan Arafah ini membantu sekali. Saya merasa terenyuh lihat dokter dan perawatnya sigap-sigap memeriksa kami. Subhanallah saya sudah ditolong,“ kata Masitoh pada Sabtu (1/7/2023).
Lebih lanjut, ia menyampaikan ucapan terima kasihnya dan mendoakan para tenaga kesehatan di Poskes Arafah ini dilimpahi pahala yang banyak, rezeki yang banyak dan umur yang panjang.
Masih di Poskes Arafah, Taufik N dari kloter KJT 21 berasal dari Kuningan dirawat di Poskes Arafah karena mengalami sesak napas disertai dengan batuk, dan demam. Hasil diagnosis dokter di Poskes Arafah, Taufik menderita pneumonia.
“Pelayanannya bagus, sama seperti di Indonesia karena yang merawat sama-sama orang Indonesia. Ingin segera melanjutkan ibadah di Muzdalifah dan Mina," kata Taufik.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Liliek Marhaendro Susilo menyampaikan bahwa Poskes Arafah mulai beroperasi 8 Zulhijah pukul 06.00 WAS hingga 10 Zulhijah pukul 03.00 WAS dengan 40 personil tenaga kesehatan.
"Hingga berakhirnya masa operasinya, Poskes Arafah telah melayani 163 jemaah haji sakit," kata Liliek.
Foto: Kemenkes
© Copyright 2026, All Rights Reserved