Strategi Penanganan Heatstroke saat Armuzna
Jakarta, InfoPublik - Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah Tri Atmaja menjelaskan strategi penanganan heatstroke di Mina dan yang terpenting pada heatstroke yaitu penanganan segera.
Dalam keterangan resminya Sabtu (24/6/2023), Atma mengatakan saat jemaah haji melaksanakan prosesi lontar jamrah di Mina, telah disiagakan tenaga kesehatan yang akan disebar pada jalur menuju jamarat.
“Hal terpenting dalam penanganan heatstroke adalah penemuan kasus yang cepat dan penanganan sesegara mungkin sebelum terjadi komplikasi lebih lanjut dari kondisi heatstroke,” kata Atma.
Selain itu penanganan heatstroke dilaksanakan juga di Poskes utama Mina. Penanganan yang dilakukan pada jemaah heatstroke adalah dengan menempatkan di ruangan berpendingin, melepaskan pakaian yang tebal, kemudian dilakukan rehidrasi dengan cairan infus.
Namun, kata Atma penurunan suhu tubuh ini tidak bisa berlangsung cepat, oleh karenanya selama proses rehidrasi bisa dibantu dengan kompres es batu atau handuk dingin di sela-sela tubuh.
Metode ini akan digunakan untuk membantu menurunkan panas tubuh lebih cepat. Untuk kasus heatstroke yang membutuhkan perawatan yang lebih lanjut, akan dirujuk ke rumah sakit Mina Al-Wadi.
Kasie Kesehatan Daerah Kerja Bandara Imron Cahyono menyampaikan bahwa penanganan heatstroke tidak hanya dilakukan di Poskes utama Arafah namun juga dilakukan penanganan sementara di pos satelit oleh Emergency Mediacal Team (EMT).
“Penanganan cepat kasus heatstroke di Arafah dilakukan oleh tim medis kami yang bertugas di pos satelit Arafah dan bisa juga dievakuasi menggunakan ambulans untuk diberikan penanganan lebih lanjut di pos kesehatan utama di Arafah,” kata Imron.
Imron menjelaskan penanganan heatstroke di Poskes Arafah juga menggunakan metode kompres es dan handuk dingin untuk membantu percepatan penurunan suhu selama proses rehidrasi.
Untuk kasus heatstroke yang membutuhkan perawatan yang lebih lanjut, akan dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi Arafah.
"Poskes utama Arafah disediakan zona khusus untuk penanganan heatstroke meliputi zona emergency, zona observasi, dan zona pemulihan dengan kapasitas sekitar tiga hingga lima bed," kata Imran.
Foto: Kemenkes
© Copyright 2026, All Rights Reserved