PPIH Bidang Kesehatan Persiapkan Layanan Kesehatan saat Armuzna
Jakarta, InfoPublik - Jelang puncak haji, petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) bidang kesehatan di Arab Saudi melaksanakan berbagai persiapan untuk pelayanan kesehatan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
"Kami mendirikan beberapa pos kesehatan di Armuzna. Harapannya dapat mendekatkan akses jemaah haji kepada pelayanan kesehatan,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Liliek Marhaendro Susilo melalui keterangan resminya pada Rabu (21/6/2023).
Untuk pelayanan kesehatan di Armuzna, tim kesehatan haji menyediakan beberapa pos kesehatan yang akan melayani jemaah haji saat menjalankan puncak haji.
Pertama di Arafah didirikan satu pos kesehatan (Poskes) utama dan enam Poskes satelit. Poskes di Arafah dioperasikan oleh tim kesehatan daerah kerja bandara dan dibantu oleh Emergency Medical Team (EMT) dan Tim Promosi Kesehatan.
Poskes utama di Arafah tersedia sekitar 30 bed perawatan dan di dalamnya juga terdapat fasilitas pemulihan jika terjadi heatstroke. Selain itu juga dibuat lima pos satelit yang ditempatkan menyebar di dekat tenda-tenda jemaah.
"Poskes satelit ini lebih ke penanganan pertama dan sifatnya sementara. Jika membutuhkan perawatan kesehatan lebih lanjut, maka dapat dikirim ke poskes utama arafah, KKHI Makkah, dan/atau Rumah Sakit Arab Saudi,” kata Liliek.
Setelah melaksanakan wukuf di Arafah, jemaah haji akan bergerak ke Muzdalifah. Di Muzdalifah, didirikan pos kesehatan sebanyak 11 unit yang dioperasikan oleh tim kesehatan dari KKHI Makkah.
Operasional Poskes ini hanya semalam dan diharapkan tim kesehatan Makkah dapat segera kembali ke KKHI Makkah. Tim ini disiagakan untuk menangani kasus rujukan dari Poskes Mina.
Setelah bermalam di Muzdalifah, jemaah haji akan bergerak ke Mina untuk selanjutnya akan tinggal selama tiga hari untuk melakukan lempar jamrah. Di Mina, didirikan pos kesehatan utama yang dioperasionalkan oleh tenaga kesehatan KKHI Madinah.
Sedikit berbeda dengan tahun lalu, selain Poskes utama Mina akan disiagakan gabungan tim EMT, tim Pertolongan Pertama pada Jamaah Haji (P3JH), tim perlindungan jemaah (Linjam), dan petugas sektor di sepanjang jalur menuju jamarat.
Gabungan 4 unsur ini akan dibagi menjadi beberapa tim yang akan melakukan pelayanan kesehatan bergerak dari pos ke pos di jalur atas dan bawah.
Tim gabungan ini, kata Liliek akan melakukan skrining dan pengamatan kesehatan jemaah yang berlalu-lalang sehingga bisa memberikan bantuan kesehatan bagi jemaah haji yang membutuhkan.
“Titik kritis adalah saat prosesi di Mina, oleh karenanya dibuat tim gabungan dari EMT, P3JH, Linjam dan petugas sektor. Saat ini tidak ada lagi pembedaan tugas antara Kemenkes dan Kemenag. Semua melebur untuk memberikan pelayanan kepada jemaah haji,” kata Liliek.
Konsep pelayanan Armuzna sekarang adalah tidak ada lagi pembedaan tugas. Semua petugas baik dari Kemenkes dan Kemenag melebur jadi satu untuk memberikan pelayanan supaya jumlah petugas akan lebih banyak dan pertolongan bisa lebih dekat lagi dengan jemaah.
Foto: Kemenkes
© Copyright 2026, All Rights Reserved