Tim Promkes Upayakan Promotif dan Preventif ke Jemaah Haji Indonesia
Jakarta, InfoPublik - Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan jemaah haji diharapkan untuk selalu sehat agar dapat menjalankan seluruh prosesi ibadah haji secara sempurna.
Tidak hanya menyiapkan pelayanan kesehatan kuratif dan rehabilitatif, Kemenkes melalui Tim Promosi Kesehatan (Promkes) juga gencarkan upaya promotif dan preventif kepada jemaah haji.
“Selain penyiapan upaya yang sifatnya kuratif bagi jemaah haji, kami (Kemenkes) juga fokus dalam upaya promotif dan preventif. Pastinya lebih baik mencegah daripada mengobati,” kata Kunta melalui keterangan resmi yang dikutip InfoPublik Selasa (30/5/2023).
Kemenkes menurunkan tim promkes untuk menggencarkan upaya promotif dan preventif pada penyelenggaraan haji 1444 H/2023 M. Upaya ini penting agar jemaah mampu menjaga dan meningkatkan kesehatannya.
Sehingga, kata Kunta dapat melaksanakan prosesi ibadah haji secara sempurna sesuai syariat Islam. Beberapa strategi yang dijalankan tim Promkes yakni pertama promosi kesehatan, deteksi dini, dan perlindungan spesifik.
Promkes dilakukan secara langsung kepada jemaah haji baik berupa penyuluhan dan konsultasi secara perorangan (konseling) dan maupun penyuluhan massal. Tim Promkes akan mendatangi lokasi hotel tempat jemaah haji menginap, lalu memberikan penyuluhan langsung dan konseling.
"Penyuluhan ini bertujuan agar jemaah haji mendapatkan informasi berupa pesan kesehatan. Sehingga jemaah haji menjadi tahu, mau dan mampu berperilaku hidup sehat dan tetap menjaga kesehatan selama di Arab Saudi," kata Kunta.
Selain penyuluhan, tim promkes memberikan perlindungan spesifik kepada jemaah haji seperti pembagian masker, alas kaki dan kurma. Penyuluhan dan perlindungan spesifik bisa dilaksanakan juga di sekitar tempat peribadatan seperti di pelataran Masjid Nabawi.
Tim Promkes juga melakukan diagnosis dini (deteksi dini) seperti pengukuran tekanan darah dan cek gula darah sewaktu, serta pemberian oralit kepada jemaah haji untuk mencegah dehidrasi.
Strategi kedua adalah melakukan advokasi kepada stakeholder lain dengan melakukan penyuluhan terkait pembatasan aktivitas fisik dan pembatasan ibadah terutama kepada 50 orang jemaah haji yang termasuk golongan paling memiliki risiko tinggi kesehatan.
Sasaran dari penyuluhan ini ketua sektor, ketua rombongan (Karom) Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Umrah (KBIHU) , ketua regu (Karu). Penyuluhan ini juga merupakan sarana koordinasi terkait upaya promotif dan preventif dimana melibatkan pimpinan daerah kerja dan penanggungjawab bidang kesehatan terkait.
Stakeholder ini merupakan sasaran yang penting agar terbentuk persamaan persepsi mengenai kesehatan jemaah haji. Diharapkan ketua kloter, pembimbing ibadah, Karom, dan Karu menjadi duta promkes, yang tidak hanya fokus pada ibadah haji.
"Namun juga menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan, yang dapat mendukung kesempurnaan ibadah haji," kata Kunta.
Pesan promkes yang diusung oleh tim Promkes yakni bagaimana jemaah haji mengantisipasi faktor risiko kesehatan yang sering terjadi selama penyelenggaraan ibadah haji.
Seperti akibat cuaca panas, peningkatan aktifitas fisik, peningkatan kepadatan massa, keterbatasan sarana umum seperti lift, tempat tidur, dan toilet.
Selanjutnya jemaah haji juga diberikan pesan kesehatan terkait penyakit yang biasanya menyerang jemaah haji hingga penyebab kematian dan bagaimana pencegahannya, sesuai dengan tagline Tim Promkes 2023 ‘Ramah Lansia Melayani dengan Hati.’
Foto: Kemenkes
© Copyright 2026, All Rights Reserved