Ini Enam Layanan Haji yang Diberikan PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan
Jakarta, InfoPublik - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ikut serta dalam menyukseskan penyelenggaraan haji 1444 H/2023 M, melalui penyelenggaraan layanan kesehatan haji yang paripurna untuk jemaah haji Indonesia di Arab Saudi 2023.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Liliek Marhaendro Susilo melalui keterangan resmi yang dikutip InfoPublik Selasa (18/4/2023) mengatakan ada enam layanan kesehatan haji yang diberikan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi pada 1444 H/2023 M.
“Pertama adalah tenaga kesehatan haji (TKH) di masing-masing kloter haji yang terdiri dari 1 orang dokter dan 2 perawat. TKH itu melekat di setiap kloter untuk memberikan layanan yang bersifat medis hingga rujukan, promotive dan preventif, serta pengawasan sanitasi dan makan,” kata Liliek.
Kedua adalah tim promosi kesehatan yang bertugas untuk memberikan penyuluhan deteksi dini dan perlindungan spesifik kepada jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Tim itu akan memberikan pelayanan langsung kepada jemaah haji di penginapan jemaah haji, area Masjid, Arafah, dan Mina.
Selanjutnya layanan ketiga, tim kegawatdaruratan medik yang fokus melaksanakan deteksi dini kegawatdaruratan dan memberikan pelayanan respon kegawatdaruratan di klinik sektor, sektor khusus, hingga Arafah dan Mina.
Layanan keempat adalah kantor kesehatan haji (KKHI) yang merupakan fasilitas pelayanan mesehatan di tiga daerah kerja (Daker) yaitu Makkah, Madinah, dan Bandara.
Fasilitas Pelayanan Kesehatan itu bertugas untuk memberikan pelayanan kesehatan yang bersifat observasi, rawat jalan hingga rawat inap. Selain di KKHI, juga disiapkan fasilitas kesehatan berupa pos kesehatan bandara dan pos kesehatan yang berada di Sektor, Arafah, Muzdalifah, serta Mina dan Jamrah.
Kelima, tim sanitasi dan pengawasan nakanan bertugas untuk inspeksi kesehatan lingkungan, penyelidikan surveilans dan penanganan KLB di KKHI dan penginapan jemaah haji, hingga pengawasan makanan di dapur catering.
Layanan keenam, tim Obat dan Perbekalan Kesehatan yang memastikan pengadaan, pengelolaan, dan distribusi obat serta perbekalan kesehatan.
Liliek mengatakan pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kesehatan haji yang ramah lanjut usia (Lansia) sehingga memberikan pengalaman haji yang bermakna bagi jemaah haji.
Selain kesiapan fasilitas dan layanan kesehatan haji, Liliek menegaskan pentingnya sinergitas dan kolaborasi antar bidang seperti bidang bimbingan ibadah, konsumsi, transportasi, akomodasi, perlindungan jemaah, media center dan kesehatan haji.
“PPIH harus menjaga komitmen untuk memberikan layanan terbaiknya. Tingkatkan kolaborasi dan sinergi antar bidang di PPIH,” kata Liliek.
Foto: Kemenkes
© Copyright 2026, All Rights Reserved