Jakarta, InfoPublik – Pemulihan warga terdampak gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat dukungan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Melalui Program Kemnaker Peduli, bantuan senilai Rp119,7 juta mulai disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di sejumlah wilayah terdampak. Bantuan tahap pertama tersebut dihimpun dari Insan Kemnaker Peduli bersama para mitra kerja. Paket bantuan terdiri atas 250 paket sembako, 250 amplop santunan, dan 20 unit terpal.
Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Sukro Muhab mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Kemnaker terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak gempa, sekaligus wujud solidaritas bersama para mitra kerja. “Kami akan menyalurkan bantuan dari Kemnaker Peduli untuk wilayah Manggarai Barat, Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai, hingga Nagekeo. Bantuan ini berasal dari saudara-saudara kita di Kemnaker serta para mitra dengan harapan dapat meringankan penderitaan masyarakat di Pulau Flores,” ujar Sukro, dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Jumat (11/9/2026).
Penyaluran perdana dilakukan di Manggarai Barat dengan mendistribusikan 60 paket sembako beserta santunan tunai kepada warga dalam dua sesi, pagi dan sore. Tidak berhenti di Manggarai Barat, pada hari yang sama tim Kemnaker Peduli melepas relawan untuk membawa 80 paket sembako dan santunan tunai ke Kabupaten Nagekeo. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjangkau masyarakat terdampak di wilayah Flores yang membutuhkan dukungan.
Sementara itu, bantuan berikutnya akan diarahkan ke sejumlah wilayah lain. “Selanjutnya kita akan menyalurkan bantuan sebanyak 110 paket ke wilayah Reo, Lembor, dan Mbeliling. Sehingga total bantuan yang diberikan pada tahap pertama ini berjumlah 250 paket sembako, 250 amplop santunan, dan 20 unit terpal,” kata Sukro.
Program Kemnaker Peduli juga mendapat dukungan dari sejumlah mitra. Perum Jasa Tirta memberikan dukungan sebesar Rp18 juta, sementara Forum Lembaga Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja (LA-LPK) menyumbangkan 20 unit terpal.
Terpal tersebut akan disalurkan kepada masyarakat terdampak di Manggarai Timur, Nagekeo, dan Reo. Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan perlindungan sementara, khususnya bagi masyarakat yang terdampak kerusakan tempat tinggal akibat gempa.
Sukro mengatakan penyaluran bantuan tidak berhenti pada tahap pertama. Kemnaker berharap dukungan terhadap masyarakat terdampak dapat terus diperluas seiring dengan pemetaan kebutuhan di berbagai wilayah Pulau Flores. “Kami berharap dukungan dan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di Flores dapat terus berlanjut,” ujarnya.
Bantuan tersebut akan menyasar sejumlah wilayah, mulai dari Manggarai Barat, Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai, Nagekeo, hingga daerah terdampak lainnya. Selain memenuhi kebutuhan dasar, keberlanjutan dukungan dinilai penting untuk membantu masyarakat melewati masa pemulihan pascagempa. Kehadiran pemerintah, relawan, dan mitra diharapkan dapat memperkuat gotong royong sekaligus memastikan bantuan menjangkau warga yang paling membutuhkan.