Jakarta, InfoPublik – Badan Kebijakan Transportasi (Baketrans) Kementerian Perhubungan melaksanakan Survei Prakiraan Pergerakan Masyarakat untuk memetakan rencana mobilitas masyarakat selama masa Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru 2026/2027).
Survei berlangsung pada 1–14 Oktober 2026 dan terbuka bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Partisipasi dapat dilakukan secara daring melalui tautan survei yang disediakan Kementerian Perhubungan.
Kepala Pusat Kebijakan Lalu Lintas dan Angkutan Transportasi Baketrans, M. Arief Affandi, mengatakan survei tersebut dilakukan untuk mengetahui minat masyarakat melakukan perjalanan selama periode Nataru.
Perjalanan yang dipetakan mencakup mobilitas antarkabupaten/kota dalam satu provinsi, perjalanan antarkabupaten/kota antarprovinsi, hingga perjalanan ke luar negeri. “Hasil survei Nataru 2026/2027 ini nantinya akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan penyelenggaraan angkutan pada masa Nataru dan sebagai masukan saat pelaksanaan rekayasa lalu lintas,” ujar Arief Affandi dalam keterangan pers yang diterima infoPublik, Jumat (2/10/2026).
Target 50.000 Responden
Baketrans menargetkan 50.000 responden dari berbagai wilayah Indonesia. Survei dilaksanakan secara daring dan disebarluaskan melalui berbagai kanal.
Penyebarluasan dilakukan melalui SMS blast oleh Kementerian Komunikasi dan Digital, WhatsApp blast oleh Baketrans, serta dukungan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, operator transportasi, dan media sosial Baketrans.
Dalam pelaksanaannya, Baketrans bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melakukan verifikasi sekaligus memberikan rekomendasi terkait metodologi survei.
Kerja sama tersebut dilakukan agar data yang diperoleh dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai rencana pergerakan masyarakat menjelang periode libur akhir tahun.
Petakan Asal-Tujuan hingga Biaya Perjalanan
Kuesioner survei mencakup sejumlah aspek perjalanan masyarakat. Informasi yang dihimpun antara lain asal dan tujuan perjalanan, moda transportasi yang akan digunakan, waktu keberangkatan dan kepulangan, serta perkiraan biaya perjalanan.
Data tersebut akan digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai prakiraan jumlah pergerakan masyarakat dan pola mobilitas antarwilayah selama Nataru.
Selain itu, survei juga diharapkan dapat mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi minat masyarakat melakukan perjalanan pada periode tersebut.
Menurut Arief Affandi, informasi yang diperoleh akan menjadi bahan dalam penyusunan rekomendasi kebijakan transportasi sekaligus mendukung kesiapan penyelenggaraan angkutan selama Nataru. “Informasi tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan dalam merumuskan rekomendasi kebijakan serta mendukung kesiapan penyelenggaraan transportasi agar selama periode Nataru perjalanan masyarakat dapat terselenggara dengan lancar, aman, tertib, dan selamat,” kata Arief.
Data Jadi Dasar Antisipasi Mobilitas
Hasil survei juga diharapkan memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator transportasi, dan pemangku kepentingan lainnya.
Koordinasi tersebut diperlukan untuk mengantisipasi perubahan pola mobilitas masyarakat selama masa libur Natal dan Tahun Baru, termasuk potensi peningkatan pergerakan pada waktu dan jalur tertentu.
Dengan tersedianya data prakiraan pergerakan, penyelenggara transportasi dapat mempersiapkan layanan dan langkah antisipasi sesuai kebutuhan masyarakat.
Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat mengikuti Survei Prakiraan Pergerakan Masyarakat Nataru 2026/2027 selama 1–14 Oktober 2026 melalui kanal resmi Baketrans Kementerian Perhubungan.