[SIARAN PERS] Wamenkominfo: Jurnalis Harus Beradaptasi, Jangan Kalah dengan Teknologi

:


Oleh M. Aditya Dwiki, Selasa, 20 Februari 2024 | 09:58 WIB - Redaktur: Elvira - 113


Siaran Pers No. 137/HM/KOMINFO/02/2024

Senin, 19 Februari 2024

tentang

Wamenkominfo: Jurnalis Harus Beradaptasi, Jangan Kalah dengan Teknologi

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria meminta agar setiap profesi mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI). Tentu saja dengan meminimalkan risiko dan memaksimalkan manfaat.

"Dimanapun teknologi kan ciptaan manusia, dan karena itu manusia jangan dikalahkan oleh teknologi, jadi kita beradaptasi, kita kendalikan, kita minimalkan risikonya, besarkan manfaatnya," ujar Wamen Nezar Patria dalam Sesi Diskusi Konvensi Nasional Media Massa: Pers Mewujudkan Demokrasi di Era Digital di Hotel Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara, Senin (19/2/2024).

Wamen Nezar Patria menyatakan saat ini kecerdasan artifisial mampu melakukan berbagai pekerjaan di bidang jurnalistik. Bahkan, menurutnya keberadaan jurnalisme robot atau mesin mampu menjalankan proses pengumpulan, produksi, dan distribusi berita secara mandiri. 

"Kita kenal dengan namanya robotic journalism, maka semua pekerjaan produksi, sampai dengan distribusi berita dikerjakan oleh robotik ini," jelasnya.

Wamenkominfo menyontohkan aplikasi ChatGPT yang bisa digunakan semua orang saat ini telah memiliki kecerdasan yang hampir mirip dengan kemampuan manusia.

"Kita kenal ChatGPT sekarang, kecerdasannya makin lama makin membaik, dan dia nyaris hampir mirip dengan kemampuan manusia untuk membuat satu narasi atau satu esai atau satu cerita, bahkan juga bisa membuat berita," tuturnya. 

Selain itu, berbagai platform media sosial juga telah menunjukkan keefektifan kecerdasan buatan dalam mendistribusikan konten yang ditujukan kepada target pengguna tertentu.

"Algoritma yang ada di platform media sosial sudah ditunjukkan bagaimana kemampuan platform media sosial ini bisa mengambil audiens-audiens yang sangat targeted," tandas Wamen Nezar Patria,

Meskipun demikian, Wamenkominfo menyatakan kecerdasan artifisial memiliki berbagai kelemahan salah satunya menghasilkan konten yang tidak benar atau akurat. Oleh karena itu, Wamen Nezar Patria menekankan peran manusia masih dibutuhkan dalam mengambil keputusan mengenai konten yang akan dipublikasikan.

"Faktor manusia di dalam membuat keputusan-keputusan apa yang boleh di-publish dan apa yang tidak boleh di-publish, keputusan etis," tandasnya. 

Wamenkominfo mengajak segenap insan pers untuk merumuskan panduan penggunaan kecerdasan buatan di dunia jurnalistik untuk jurnalisme yang lebih baik di masa depan.

"Saya kira ada pertanyaan-pertanyaan critical yang harus kita jawab dan bahkan sudah sampai pada level eksistensial yang harus kita jawab masa depan jurnalisme ke depan, jurnalisme kita di persimpangan jalan," pungkasnya. 

Biro Humas Kementerian Kominfo
e-mail: humas@mail.kominfo.go.id
Telp/Faks : 021-3504024
Twitter @kemkominfo
FB: @kemkominfo
IG: @kemenkominfo
website: www.kominfo.go.id  

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh MC KAB LUMAJANG
  • Jumat, 1 Maret 2024 | 13:54 WIB
HPN 2024, Pj Bupati Lumajang Apresiasi Peran Media dalam Kesuksesan Pemilu
  • Oleh Wahyu Sudoyo
  • Rabu, 21 Februari 2024 | 08:21 WIB
Pengesahan Perpres Publisher Rights Segera Ditindaklanjuti Kominfo
  • Oleh Wahyu Sudoyo
  • Selasa, 20 Februari 2024 | 10:36 WIB
Wamenkominfo Dorong Jurnalis Beradaptasi dengan Teknologi AI
  • Oleh M. Aditya Dwiki
  • Selasa, 20 Februari 2024 | 10:04 WIB
[SIARAN PERS] Menkominfo Dorong Industri Pers Kembangkan Inovasi Digital
  • Oleh Wahyu Sudoyo
  • Senin, 5 Februari 2024 | 15:26 WIB
Indonesia Fokus Usung Tiga Aspek Tata Kelola di Forum Global Etika AI