Ponorogo, InfoPublik – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menekankan pentingnya Indonesia membangun kemandirian di sektor pangan dan kelautan, termasuk melalui rencana pembangunan ribuan kapal nelayan mulai 2027.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).
Menurut Prabowo, kemampuan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat menjadi salah satu fondasi penting bagi kemandirian suatu negara.
“Tidak ada negara yang berhasil, tidak ada negara yang merdeka kalau dia tidak bisa menghasilkan makan untuk bangsanya sendiri. Alhamdulillah Indonesia sudah swasembada pangan. Indonesia sudah bisa menghasilkan makan untuk rakyatnya sendiri,” ucap Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan komitmen pemerintah untuk mengurangi kemiskinan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi.
Prabowo menekankan bahwa anak-anak Indonesia perlu mendapatkan kecukupan gizi dan tidak berangkat ke sekolah dalam kondisi lapar.
“Saya tidak ingin ada orang lapar di Indonesia. Indonesia yang subur, Indonesia yang begitu banyak kekayaannya, tidak boleh ada orang yang lapar di bumi Indonesia. Karena itu saya, saya ingin berjuang sekeras-kerasnya untuk menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia,” katanya.
Selain sektor pertanian, Prabowo menyoroti penguatan sektor kelautan dan perikanan.
Ia mengatakan pemerintah akan mulai membangun ribuan kapal nelayan pada 2027 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas nelayan Indonesia.
“Puluhan ribu kapal-kapal asing tiap malam berada di laut Indonesia. Puluhan ribu kekayaan laut kita diambil tanpa ada langkah-langkah. Sekarang kita bekerja. Mulai tahun depan kita bangun ribuan kapal-kapal nelayan untuk nelayan-nelayan kita,” tegas Prabowo.
Selain kemandirian pangan dan kelautan, Prabowo menilai pembangunan bangsa membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan luas, kemampuan berpikir kritis, serta kepercayaan diri.
“Berpengetahuan luas, benar. Pemimpin Indonesia harus pintar. Jangan dibohongi orang, jangan dibodohin,” katanya.
Ia juga mendorong generasi muda memiliki kebebasan berpikir dan kemampuan menilai informasi secara mandiri.
“Berpikiran bebas. Jangan mau dicuci otak oleh mereka-mereka yang tidak ada niat baik terhadap kita. Berjiwa besar, jangan punya rasa rendah diri, jangan punya rasa kalah sebelum berjuang,” tandasnya.
Menurut Prabowo, penguatan pangan, sektor kelautan, serta kualitas sumber daya manusia merupakan bagian dari upaya membangun Indonesia yang mampu berdiri di atas kekuatan sendiri.