Kolaka, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), memperkuat layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) melalui peningkatan kapasitas pendidik, penyediaan sarana pendidikan, serta kolaborasi lintas sektor hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan yang layak, ramah, dan bermutu sejak usia dini.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Kolaka, Amri, saat menghadiri pengukuhan sembilan Bunda PAUD kecamatan oleh Bunda PAUD Kabupaten Kolaka Andi Rizka Kusuma Wardani di Aula Sasana Praja, Selasa (3/11/2026).
Sembilan Bunda PAUD yang dikukuhkan berasal dari Kecamatan Iwoimendaa, Wolo, Samaturu, Latambaga, Wundulako, Baula, Pomalaa, Tanggetada, dan Toari.
Amri mengatakan, penguatan PAUD merupakan bagian dari upaya membangun sumber daya manusia sejak usia dini. Karena itu, peran Bunda PAUD tidak hanya sebatas pendamping, tetapi juga sebagai penggerak dan teladan bagi keluarga serta masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak.
Pemkab Kolaka juga mendorong pengembangan layanan PAUD holistik integratif yang menghubungkan pendidikan dengan pemenuhan kebutuhan kesehatan, gizi, dan perlindungan anak.
“Pendidikan anak usia dini tidak dapat berjalan sendiri, tetapi membutuhkan dukungan berbagai sektor, termasuk kesehatan, gizi, dan perlindungan anak,” ujar Amri.
Untuk mendukung upaya tersebut, Amri menekankan pentingnya kolaborasi antara Bunda PAUD, Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD, satuan pendidikan, puskesmas, pemerintah desa, PKK, Posyandu, serta seluruh elemen masyarakat.
Ia juga meminta Bunda PAUD mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis kearifan lokal melalui permainan tradisional, cerita rakyat, dan seni budaya. Selain itu, akses layanan pendidikan harus dipastikan menjangkau seluruh anak tanpa terkendala jarak, kondisi ekonomi, maupun keterbatasan fasilitas.
"Selain itu, seluruh Bunda PAUD diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan PAUD holistik integratif, mengembangkan inovasi berbasis kearifan lokal melalui permainan tradisional, cerita rakyat, dan seni budaya, serta memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh layanan pendidikan karena alasan jarak, ekonomi, maupun keterbatasan fasilitas," tegas Bupati.
Penguatan program PAUD tersebut akan dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah desa dan berbagai mitra pembangunan. Peningkatan kapasitas pendidik dan penyediaan sarana yang lebih baik juga menjadi bagian dari komitmen Pemkab Kolaka.
Kegiatan pengukuhan turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Kolaka, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, Bunda PAUD tingkat kecamatan, desa dan kelurahan, serta tamu undangan lainnya.
Amri berharap sembilan Bunda PAUD kecamatan yang baru dikukuhkan dapat menjalankan amanah dengan penuh dedikasi dan keikhlasan untuk mendukung terwujudnya generasi Kolaka yang sehat, berkarakter, dan cerdas.