Kota Gorontalo, InfoPublik - Pemerintah Provinsi Gorontalo mendorong transformasi UMKM menjadi Industri Kecil dan Menengah (IKM) sebagai salah satu strategi yang sangat penting untuk memperkuat struktur industri di daerah.
IKM memiliki karakteristik usaha yang lebih maju dibandingkan dengan UMKM, ditandai oleh kapasitas produksi yang lebih besar, penggunaan teknologi yang lebih baik, sistem manajemen yang lebih profesional, serta kemampuan menghasilkan produk dengan standar kualitas yang lebih tinggi.
“Peningkatan jumlah IKM diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah industri, penciptaan lapangan kerja yang lebih besar, memperkuat daya saing produk lokal, memperluas pasar domestik maupun ekspor, serta meningkatkan kontribusi sektor industri terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” kaat Tity Iriani Datau Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bappeda Provinsi Gorontalo,Tity Iriani Datau, saat membuka seminar akhir kajian identifikasi dan pemetaan transformasi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) potensial menjadi industri kecil menengah (IKM) di Provinsi Gorontalo, Selasa (3/11/2026).
Tity Datau mengungkapkan, latar belakang dan urgensi kajian ini, yaitu perkembangan UMKM menunjukkan tren yang cukup dinamis, tahun 2025 tercatat sebanyak 122.690 pelaku UMKM tersebar di seluruh kabupaten/kota Provinsi Gorontalo dengan berbagai sektor usaha, antara lain pangan, perikanan, pertanian, perkebunan, perdagangan, kerajinan, dan jasa.
Besarnya jumlah UMKM belum sepenuhnya diikuti oleh peningkatan kualitas usaha, sehingga sebagian besar masih berada pada skala usaha mikro dengan produktivitas yang relatif rendah.
“Transformasi UMKM menjadi Industri Kecil dan Menengah (IKM) merupakan salah satu strategi yang sangat penting untuk memperkuat struktur industri di daerah,” ujar Tity.
Menurutnya IKM memiliki karakteristik usaha yang lebih maju dibandingkan dengan UMKM, ditandai oleh kapasitas produksi yang lebih besar, penggunaan teknologi yang lebih baik, sistem manajemen yang lebih profesional, serta kemampuan menghasilkan produk dengan standar kualitas yang lebih tinggi.
Peningkatan jumlah IKM diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah industri, penciptaan lapangan kerja yang lebih besar, memperkuat daya saing produk lokal, memperluas pasar domestik maupun ekspor, serta meningkatkan kontribusi sektor industri terhadap pertumbuhan ekonomi daerah
Sejumlah peneliti terlinat dalam kegiatan ini, mereka adalah Rezkiawan Tantawi ketua tim yang juga analis manajemen bisnis, Rifi Fazrina Djuuna, analis ekonomi, Yustina Hiola analis akuntansi , dan Ivana Butolo Peneliti Bappeda Provonsi Gorontalo. Tiga nama pertama berasal dari Universitas Negeri Gorontalo.
Tity berharap kajian ini menjadi policy paper (dokumen kebijakan) yang aplikatif, bukan sekadar laporan formalitas.
Hail kajia ini juga menjadi pendorong peningkatan sinergitas lintas sektor, dari Dinas Koperasi-UMKM Perindustrian, Penanaman Modal/PTSP, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif hingga perbankan daerah untuk pengembangan UMKM kedepannya.
“Hasil pemetaan UMKM potensial dan rekomendasi kebijakan dalam seminar ini menjadi pondasi bagi lahirnya regulasi atau program strategis daerah untuk pembinaan IKM ke depan,” pungkas Tity. (mcgoorntaloprov/ivana).