Padang, Infopublik – Integritas menjadi modal utama bagi mahasiswa yang ingin tumbuh sebagai pemimpin, baik di organisasi, pemerintahan, maupun dunia usaha. Pesan itu disampaikan Wali Kota Padang Fadly Amran saat membuka sekaligus menjadi narasumber dalam Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM-TM) Nasional 2026 di Convention Hall Universitas Andalas (Unand), Kamis (29/10/2026).
Di hadapan 49 peserta dari berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar Sumatra Barat, Fadly menekankan bahwa kepemimpinan tidak cukup dibangun melalui kemampuan berbicara atau mengelola organisasi. Seorang pemimpin juga harus mampu menjaga kepercayaan, menerima kritik, menghargai perbedaan, serta menyelaraskan ucapan dengan tindakan.
“Dalam mengemban amanah, kita harus menjaga kepercayaan. Adik-adik mahasiswa perlu membangun komitmen dan integritas sejak dini, terutama jika ingin menjadi pemimpin sekaligus pengusaha,” ujar Fadly.
Ia membagikan pengalamannya saat memimpin organisasi kepemudaan, termasuk Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), sebagai pembelajaran bahwa kepemimpinan membutuhkan komitmen dan tanggung jawab yang konsisten.
Fadly mengingatkan mahasiswa agar menjadikan integritas sebagai prinsip dalam setiap pengambilan keputusan. Dalam organisasi, prinsip tersebut antara lain diwujudkan melalui pengelolaan anggaran yang bertanggung jawab, kepatuhan terhadap aturan, serta penolakan terhadap penyalahgunaan jabatan.
Menurutnya, pengalaman berorganisasi dapat menjadi ruang belajar untuk membangun karakter sebelum mahasiswa memegang tanggung jawab yang lebih besar di masyarakat. “Dalam berorganisasi, kita juga harus mampu mengelola anggaran secara bertanggung jawab, tidak menyalahgunakan jabatan, dan tetap berpegang teguh pada integritas. Apa pun amanah yang diberikan, kuncinya jalankan dengan jujur dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Pesan tersebut menempatkan akuntabilitas sebagai bagian penting dari kapasitas kepemimpinan. Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menyusun program dan menggerakkan anggota, tetapi juga mempertanggungjawabkan keputusan serta penggunaan sumber daya organisasi.
LKMM-TM Nasional 2026 mengusung tema “Integrity and Transformative Leadership for Sustainable Future”. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan manajerial, kepemimpinan, dan tanggung jawab mahasiswa agar dapat diterapkan dalam kehidupan organisasi maupun pengabdian kepada masyarakat.
Presiden Mahasiswa BEM KM Unand Shabbarin Syakur mengatakan, pelatihan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepemimpinan yang tidak berhenti pada pemahaman teori. “Kita berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori kepemimpinan, tetapi mampu menerapkannya melalui keteladanan, tanggung jawab, dan kerja nyata,” ujar Shabbarin.
Ketua Pelaksana Fito Torano menjelaskan, peserta tidak hanya mengikuti materi di kelas, tetapi juga dijadwalkan melakukan kunjungan studi ke sejumlah instansi pemerintahan. Lokasi yang direncanakan meliputi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumatra Barat, Kantor Gubernur Sumatra Barat, DPRD Sumatra Barat, dan DPRD Kota Padang.
Kunjungan tersebut diharapkan memberi gambaran langsung mengenai tata kelola pemerintahan, pengelolaan keuangan publik, serta proses pengambilan keputusan di lembaga negara dan pemerintahan daerah.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Staf Ahli Gubernur Sumatra Barat Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan, dan SDM Nizam Ul Muluk yang mewakili gubernur, Direktur Kemahasiswaan Unand Dendi Adi Saputra, serta jajaran panitia.
Melalui LKMM-TM Nasional 2026, mahasiswa diharapkan memperoleh bekal untuk menjadi pemimpin yang tidak hanya cakap mengelola organisasi, tetapi juga berintegritas, terbuka terhadap masukan, dan mampu menghasilkan perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat.
(Dv)
~ 📤 by Ju