Batang, InfoPublik – Sidawung Camp di Desa Tombo, menawarkan pengalaman wisata alam berbasis ekowisata dengan beragam kegiatan, mulai dari berkemah (kamping), menjelajahi hutan, hingga kegiatan canyoning. Dikelola bersama Sidawung Coffee, destinasi ini tidak hanya mengajak pengunjung menikmati suasana alam, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Pengelola Sidawung Camp Heru Demianto mengatakan, pengembangan wisata tersebut merupakan upaya menindaklanjuti pembentukan kader konservasi alam dengan aksi nyata pelestarian lingkungan.
“Desa Tombo memiliki potensi alam yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat. Kami ingin wisatawan tidak hanya datang untuk ngopi atau menginap, tetapi juga mendapatkan edukasi tentang kelestarian alam. Ada wadah untuk berbagi tentang apa yang perlu kita lakukan agar lingkungan di Tombo khususnya dan Batang pada umumnya tetap terjaga,” katanya saat ditemui di Sidawung Camp, Desa Tombo, Kabupaten Batang, Kamis (29/10/2026).
Sidawung Coffee sendiri telah beroperasi sejak 2019. Seiring pengembangan kawasan, pengelola kemudian menghadirkan area berkemah dan aktivitas luar ruang agar pengunjung memiliki lebih banyak pilihan kegiatan saat berwisata ke Desa Tombo.
“Untuk pengunjung yang ingin berkemah, Sidawung Camp menyediakan sejumlah paket dengan nama “Nyepeng”. Tarif paket pada hari kerja (weekday) dimulai dari Rp250 ribu, dengan fasilitas yang berbeda sesuai pilihan. Tarif paket Nyepeng 2 Rp250 ribu, Nyepeng 3 Rp 350 ribu, Nyepeng 4 Rp 400 ribu, Nyepeng 5 Rp 500 ribu, dan Nyepeng 6 Rp 650 ribu,” jelasnya.
Menurut Heru, kunjungan biasanya meningkat pada akhir pekan, terutama Sabtu malam atau malam Minggu. Pada waktu tersebut, area berkemah kerap terisi penuh. Pengunjung yang ingin memesan paket kamping dapat melakukan reservasi melalui akun TikTok atau Instagram Sedawung Camp.
“Selain kamping, Sedawung Camp menyediakan tiga pilihan paket hiking untuk memperkenalkan potensi hutan di Desa Tombo kepada wisatawan. Paket jalur pemula ditawarkan dengan tarif Rp125 ribu per orang, sedangkan jalur menengah dibanderol Rp150 ribu per orang. Adapun paket utama seharga Rp400 ribu per orang mencakup kegiatan canyoning,” terangnya.
Heru juga mengatakan, seluruh paket hiking dilengkapi sarapan, makan siang, coffee break, asuransi, serta satu bibit pohon untuk setiap peserta. Bibit tersebut nantinya ditanam bersama selama perjalanan hiking sebagai bagian dari kegiatan bakti alam.
“Setiap pengunjung yang mengambil paket hiking mendapatkan minimal satu bibit pohon untuk diadopsi dan ditanam bersama. Jadi, kegiatan wisata ini juga memiliki kontribusi terhadap kelestarian hutan,” imbuhnya.
Melalui konsep tersebut, pengelola berharap aktivitas wisata dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan. Semakin banyak pengunjung yang berpartisipasi, semakin besar pula peluang untuk mendorong kegiatan penanaman pohon secara berkelanjutan.
Heru juga menyebutkan, sebagian besar pengunjung Sidawung Camp saat ini berasal dari Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, sekitar 80 persen pengunjung berasal dari daerah tersebut.
Ia berharap, semakin banyak warga Batang mengenal Sidawung Camp dan menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu pilihan wisata alam di daerahnya. Ke depan, Heru ingin peningkatan jumlah pengunjung turut memberikan dampak positif terhadap kelestarian hutan di Desa Tombo.
“Harapan kami, semakin ramai Sidawung Camp, semakin lebat juga hutan yang ada di Tombo. Setiap pengunjung yang datang ikut berkontribusi melalui kegiatan bakti alam, terutama dengan penanaman pohon saat hiking,” tandasnya.
Dengan memadukan rekreasi, petualangan, dan edukasi lingkungan, Sidawung Camp diharapkan dapat menjadi alternatif wisata alam di Kabupaten Batang sekaligus mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)