Batang, InfoPublik - Perjalanan yang biasanya cukup ditempuh dalam hitungan menit kini berubah menjadi perjuangan panjang bagi warga Desa Ngroto. Sejak ambrolnya jembatan penghubung utama di desa mereka, warga terpaksa memutar jalan hingga 10 kilometer melintasi wilayah Bawang tujuh kilometer lebih jauh dibanding rute normal yang hanya 3 kilometer.
Kondisi melumpuhkan mobilitas harian ini dipicu oleh cuaca ekstrem yang menerjang kawasan tersebut. Camat Reban Sugiharto membeberkan bahwa musibah ini berawal dari guyuran hujan deras pada Sabtu 24 Oktober 2026 dini hari. Struktur tanah yang tak kuat menahan debit air akhirnya runtuh.
“Kondisi tanah yang labil diduga turut menyebabkan struktur bangunan mengalami kerusakan hingga terlepas. Jembatan yang kini terputus tersebut memegang peranan vital karena menghubungkan urat nadi antarwilayah, mulai dari Reban, Cablikan, hingga Desa Ngroto. Jika harus terus memutar jauh, aktivitas ekonomi dan kemasyarakatan dipastikan tersendatsendat,” katanya saat ditemui di Desa Ngroto, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Rabu (28/10/2026).
Menanggapi situasi mendesak ini, Pemerintah Kabupaten Batang bergerak cepat. Bupati Batang M. Faiz Kurniawan langsung memberi instruksi tegas kepada jajarannya untuk memprioritaskan penanganan insiden tersebut.
“Tolong setelah ini langsung dari Bappeda, DPMPPR untuk segera disurvei. Kalau memang sekiranya layak kita perbaiki menggunakan BTT, ya silakan saja. Kalau tidak, ya berarti menunggu tahun depan,” tegasnya.
Faiz mengisyaratkan bahwa opsi penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) atau dana penanganan bencana menjadi jalan keluar tercepat agar jembatan bisa segera dibangun kembali, asalkan memenuhi payung hukum yang ada.
“Kalau memang bisa menggunakan dana bencana, nanti kita segera prioritaskan, karena ini fundamental menghubungkan dua desa. Kalau secara regulasi memungkinkan, ya kita bantu,” tandasnya.
Kini, kepastian nasib Jembatan Ngroto berada di tangan tim teknis Pemkab Batang yang sedang melangsungkan kajian lapangan dan regulasi. Bagi warga Desa Ngroto dan sekitarnya, hasil survei tersebut menjadi secercah harapan agar akses jalan mereka yang terputus bisa segera tersambung kembali. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)