Palu, InfoPublik – Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, mendorong calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kota Palu untuk meninggalkan pola kerja lama dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Adaptasi tersebut perlu diwujudkan melalui kinerja nyata, inovasi, integritas, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Pesan itu disampaikan Imelda saat membuka Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan II dan III Tahun Anggaran 2026 di Citra Mulia Hotel Palu, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Palu melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Palu tersebut difasilitasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Sulawesi Tengah.
Dari 117 CPNS yang terdaftar, sebanyak 115 orang mengikuti tahap klasikal Latsar, sedangkan dua peserta lainnya tidak dapat melanjutkan pelatihan karena mengundurkan diri.
Dalam arahannya, Imelda menegaskan bahwa CPNS harus menunjukkan kinerja nyata, menjaga etika, dan menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintah.
“Saudara-saudara harus betul-betul menunjukkan kerja nyata. Jabatan akan datang dengan sendirinya ketika kinerja kita baik dan etika kita kedepankan. Kita adalah pelayan masyarakat, bukan bos,” tegas Imelda.
Ia mengingatkan bahwa kesempatan menjadi CPNS merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Para peserta juga diminta menerapkan nilai dasar ASN BerAKHLAK dalam pelaksanaan tugas, bukan sekadar menjadikannya slogan.
Menurut Imelda, penyelenggaraan pemerintahan membutuhkan kolaborasi, komunikasi, dan sinergi antaraparaturnya. Kerja bersama diperlukan agar program Pemerintah Kota Palu dapat terlaksana dengan baik.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Kita harus bekerja bersama agar program Pemerintah Kota Palu dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Imelda juga menyoroti perkembangan teknologi digital yang menuntut aparatur pemerintah untuk bekerja lebih cepat, berpikir adaptif, dan menghasilkan inovasi dalam pelayanan publik. Karena itu, CPNS sebagai generasi penerus birokrasi diharapkan mampu membawa perubahan positif dan meninggalkan pola kerja yang tidak lagi sesuai dengan perkembangan zaman.
Ia menekankan bahwa pembelajaran selama Latsar tidak cukup berhenti pada pemahaman teori, tetapi harus diterapkan dalam praktik di lapangan.
“Mentor bukan hanya memberikan teori, tetapi juga bagaimana praktik di lapangan. Karena teori dan praktik itu berbeda. Saudara-saudara harus mampu berpikir lebih cepat dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,” ungkapnya.
Selain itu, Imelda menyampaikan bahwa Wali Kota Palu menginginkan kinerja aparatur pemerintah dinilai secara lebih objektif melalui pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Para CPNS pun diminta mempersiapkan diri menghadapi transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan.
Di akhir arahannya, Imelda mengingatkan peserta agar tidak menunda pekerjaan serta mengutamakan efektivitas dan tanggung jawab. Menurutnya, perubahan zaman harus diikuti perubahan pola pikir dan budaya kerja agar pembangunan Kota Palu dapat berjalan optimal.
“Jangan menunda-nunda pekerjaan. Zaman sudah berubah. Kalau kita masih mengikuti cara lama, kota ini tidak akan berkembang. Moving in Action adalah tagline Kota Palu saat ini, dan itu harus kita wujudkan melalui tindakan nyata,” tutupnya.
Melalui Latsar CPNS Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kota Palu berharap peserta dapat membentuk karakter ASN yang berintegritas, profesional, adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat guna mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih baik.