Sei Rampah, InfoPublik- Bupati Serdang Bedagai (Sergai), Darma Wijaya, menegaskan pentingnya pengawasan aliran kepercayaan dan kegiatan keagamaan secara bijaksana dengan tetap menghormati hak asasi manusia serta kebebasan beragama dan berkeyakinan.
Hal itu disampaikan Darma saat menghadiri Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem) di Aula Kejaksaan Negeri Sergai, Sei Rampah, Selasa (27/10/2026).
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang berperan menjaga keamanan, kedamaian, dan kerukunan masyarakat. Ia menekankan bahwa sinergi pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kunci menjaga toleransi di Sergai.
“Pemkab Sergai mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam menjaga keamanan dan kedamaian di daerah kita. Kondisi yang aman dan harmonis ini harus terus kita pertahankan bersama,” ujar dia.
Ia juga mengapresiasi peran Tim Pakem dalam melakukan pemantauan, evaluasi, dan deteksi dini terhadap dinamika kehidupan keagamaan, terutama untuk mengantisipasi potensi radikalisme, intoleransi, dan konflik sosial.
“Pengawasan harus dilakukan secara bijaksana dengan tetap menghormati hak setiap warga negara. Kita ingin Sergai terus menjadi daerah yang aman, damai, dan menjunjung tinggi toleransi di tengah keberagaman,” tambah dia.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Sergai, Rahmad Isnaini, menyatakan bahwa rapat koordinasi tersebut bertujuan memperkuat sinergi dan komunikasi antarlembaga agar potensi permasalahan terkait aliran kepercayaan dan kegiatan keagamaan dapat diantisipasi sejak dini.
“Melalui rapat koordinasi ini, kita ingin memperkuat sinergi dan komunikasi seluruh unsur terkait dalam melakukan pemantauan serta deteksi dini terhadap perkembangan aliran kepercayaan dan kegiatan keagamaan di masyarakat,” ujar dia.
Rahmad menambahkan, Tim Pakem berperan melakukan pengawasan, memberikan rekomendasi, dan mengevaluasi perkembangan aliran kepercayaan serta aliran keagamaan di masyarakat. Karena itu, koordinasi dan pendekatan persuasif perlu terus dikedepankan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
“Oleh karena itu, seluruh unsur terkait diharapkan terus membangun komunikasi dan koordinasi secara berkelanjutan,” kata dia.
(MC Sergai)