SLEMAN, InfoPublik - Peran aktif pemuda dinilai menjadi motor penggerak utama dalam mengakselerasi pembangunan wilayah berbasis kolaborasi lintas sektoral di tingkat perdesaan.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Panewu Anom Gamping, Kurnia Astuti, saat meninjau perhelatan Fun Walk Banyuraden 2026 di Lapangan Kalurahan Banyuraden, Minggu (25/10/2026).
Ia menilai inisiatif yang digelorakan oleh Karang Taruna Wira Muda tidak sekadar berfungsi sebagai ajang rekreasi, melainkan wadah pemersatu kohesi sosial warga.
"Keterlibatan aktif generasi muda menjadi modal penting dalam menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya," tandas Astuti menggarisbawahi urgensi partisipasi pemuda.
Kegiatan olahraga rekreasi massal ini terbukti ampuh mempertemukan berbagai kalangan masyarakat dalam suasana kebersamaan yang guyub dan harmonis.
Penyelenggaraan acara secara mandiri juga melatih kapasitas manajerial para pemuda dalam mengasah kepemimpinan, komunikasi, serta tanggung jawab sosial.
"Selain berdampak pada kesehatan, kegiatan semacam ini juga menunjukkan kemampuan organisasi kepemudaan dalam menggerakkan partisipasi masyarakat," lanjutnya.
Pemerintah daerah mendorong agar kiprah organisasi kepemudaan tidak berhenti pada agenda seremonial semata, melainkan merambah sektor pemberdayaan ekonomi riil.
Pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah lokal serta pemanfaatan media digital diproyeksikan mampu mendongkrak perputaran roda ekonomi warga perdesaan secara berkelanjutan. (MC Kab. Sleman/KIM Pararta Guna Gamping/Adnan Nurtjahjo)