Banda Aceh, InfoPublik — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya mengajak masyarakat perantauan terus menjaga hubungan dengan kampung halaman. Sekaligus berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah melalui pemikiran, pengalaman, dan jejaring yang dimiliki.
Ajakan tersebut disampaikan Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Bustami, saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. 1448 Hijriah yang diselenggarakan Ikatan Kekeluargaan Nagan Raya (IKNR) Banda Aceh di Balee Meuseuraya Aceh (BMA), Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Minggu (18/10/2026).
Bustami mengatakan IKNR memiliki peran penting dalam mempererat hubungan kekeluargaan, memelihara identitas daerah, serta melestarikan nilai adat dan budaya masyarakat Nagan Raya di perantauan.
“Di mana pun kita berada dan sejauh apa pun kita merantau, Nagan Raya harus tetap menjadi bagian dari identitas kita,” ujar Bustami.
Menurutnya, hubungan masyarakat perantauan dengan daerah asal tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi, tetapi juga melalui keterlibatan dalam mendukung berbagai agenda pembangunan.
Ia menilai pengetahuan, pengalaman, dan jaringan yang dimiliki masyarakat Nagan Raya di luar daerah dapat menjadi modal untuk membantu memperluas peluang pembangunan dan kemajuan kampung halaman.
“Sumbangan pemikiran, pengalaman, jaringan, dan berbagai bentuk kontribusi positif lainnya tentu akan sangat berarti bagi kemajuan daerah kita,” katanya.
Bustami juga mengapresiasi IKNR yang terus menjaga hubungan antarmasyarakat Nagan Raya melalui kegiatan keagamaan dan kebudayaan sebagai bagian dari upaya mempertahankan identitas daerah.
Peringatan Maulid Nabi tersebut diisi dengan zikir yang dibawakan kelompok zikir dari Gampong Alue Tho, Kecamatan Seunagan, santunan anak yatim, serta tausiah yang disampaikan akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Syahminan.
Sementara itu, Ketua IKNR Banda Aceh, Dermawan, mengatakan peringatan Maulid Nabi menjadi salah satu sarana memperkuat kebersamaan masyarakat Nagan Raya yang bermukim di Banda Aceh dan Aceh Besar.
“Acara Maulid ini juga menjadi pengikat silaturahmi sesama masyarakat Nagan Raya di perantauan, khususnya di Banda Aceh dan Aceh Besar,” ujar Dermawan.
Menurutnya, peringatan tersebut turut mempertahankan tradisi Idang Meulapeh yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Aceh dalam menyambut Maulid Nabi.
Melalui kegiatan tersebut, IKNR berupaya menjaga kesinambungan tradisi keagamaan dan kebudayaan sekaligus mempererat hubungan antarkeluarga serta masyarakat Nagan Raya yang tinggal di perantauan.
Peringatan Maulid Nabi 1448 Hijriah tersebut menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas masyarakat Nagan Raya, menjaga warisan budaya, dan membangun kepedulian bersama terhadap kemajuan daerah asal.
(MC Kab. Nagan Raya/WZ)