Dari Modal Nekat ke 8.000 Ayam, Kisah Peternak Bojonegoro Naik Kelas
Istimewa
Istimewa
Bojonegoro, InfoPublik – Berawal dari “modal nekat” pada 2021, Aji, peternak ayam pedaging asal Desa Gajah, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, kini mengelola kandang dengan kapasitas sekitar 8.000 ekor ayam broiler.
Dalam setahun, Aji dapat melakukan panen sekitar lima hingga enam kali. Ia mengaku perjalanan membangun usaha tersebut tidak selalu mudah.
“Mulai usaha tahun 2021, kurang lebih sudah lima tahunan. Jatuh bangun memulai usaha, modal nekat,” katanya dalam kegiatan Pembinaan Perunggasan Bojonegoro dan Pengukuhan Pengurus Asosiasi Peternak Ayam Pedaging serta Asosiasi Peternak Ayam Petelur di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, pada Rabu (7/10/2026).
Aji mengapresiasi pembinaan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan).
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi peternak untuk memperoleh tambahan wawasan, informasi, dan arahan dalam menjalankan usaha.
“Senang sekali kalau diundang pembinaan seperti ini, karena sebelumnya belum pernah mengikuti acara seperti ini,” ungkapnya.
Ia berharap pembinaan dapat dilakukan secara berkelanjutan agar peternak mampu menghadapi berbagai tantangan usaha dan mengembangkan kapasitas produksi.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Asosiasi Peternak Ayam Pedaging Kabupaten Bojonegoro, Samsul Hadi. Ia mengatakan keberadaan asosiasi telah lama diharapkan para peternak.
“Paguyuban ini adalah yang kami idam-idamkan,” ujarnya.
Menurut Samsul, asosiasi dapat menjadi wadah komunikasi bagi peternak untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memperoleh pembinaan dan informasi yang dibutuhkan.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Peternak Ayam Petelur Kabupaten Bojonegoro, Santoso, menyampaikan optimisme untuk terus meningkatkan produktivitas telur di daerah tersebut.
“Kita tetap optimis meningkatkan produktivitas telur di Bojonegoro. Terima kasih Pemkab dan Bulog, karena kita sudah diberi jagung SPHP. Semoga setelah ini kita makin maju,” tuturnya.
Melalui pengukuhan asosiasi, Pemkab Bojonegoro berharap komunikasi antara pemerintah, peternak, dan pelaku usaha semakin kuat sehingga berbagai persoalan di sektor perunggasan dapat dibahas dan diselesaikan bersama.
Penguatan kelembagaan peternak juga diharapkan mendukung peningkatan produktivitas sekaligus mendorong usaha perunggasan di Bojonegoro tumbuh secara berkelanjutan.
[ai/nn]
© Copyright 2026, All Rights Reserved