Bireuen, InfoPublik – Bupati Bireuen, Mukhlis, mendorong, agar program pendidikan anak usia dini (PAUD) diintegrasikan ke dalam perencanaan pembangunan gampong. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas layanan PAUD di Kabupaten Bireuen.
Demikian pernyataan itu disampaikan Bupati Bireuen yang diwakili Sekda Bireuen Ismunandar, saat pengukuhan Bunda PAUD dan Pokja Bunda PAUD di 17 kecamatan di halaman Pendopo Bupati Bireuen, Rabu (7/10/2026).
Bupati meminta, Pokja Bunda PAUD memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan gampong agar kebutuhan pendidikan anak usia dini mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan di tingkat gampong.
“Melalui forum penguatan ini, Pokja Bunda PAUD mampu membangun sinergi yang erat dan harmonis dengan pemerintah kecamatan dan gampong untuk mengintegrasikan program PAUD ke dalam perencanaan pembangunan gampong,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan layanan PAUD merupakan bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Masa usia dini merupakan periode penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk pembentukan karakter, kecerdasan dan kesehatan.
Kolaborasi juga perlu dibangun dengan perangkat daerah dan lembaga terkait, terutama sektor kesehatan, pengendalian penduduk dan keluarga berencana, pemberdayaan masyarakat serta Kementerian Agama.
Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai kebutuhan anak, termasuk penanganan stunting, pemenuhan gizi serta penerapan transisi dari PAUD ke sekolah dasar yang menyenangkan.
Bupati juga meminta Bunda PAUD menjadi penggerak di wilayah masing-masing. Dengan demikian, penyelenggaraan PAUD tidak hanya menjadi tanggung jawab satuan pendidikan, tetapi mendapat dukungan pemerintah dan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Bireuen, Surya, mengatakan, penguatan Bunda PAUD kecamatan merupakan bagian dari komitmen bersama untuk meningkatkan perhatian terhadap pendidikan dan tumbuh kembang anak usia dini.
Ia berharap, Bunda PAUD kecamatan dapat berperan sebagai penggerak, motivator sekaligus mitra pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan PAUD.
“Setelah dikukuhkan, kami harap para Bunda PAUD dapat terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan para camat, pemerintah gampong, satuan pendidikan PAUD, pendidik, tenaga kependidikan, orang tua serta seluruh unsur masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Bireuen, Sadriah Mukhlis, menyatakan, penguatan Bunda PAUD kecamatan harus diikuti langkah nyata untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.
Menurutnya, pengukuhan tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan administratif, tetapi harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas, inklusif, holistik dan berkelanjutan.
Sadriah menilai, masa usia dini merupakan fase penting dalam perkembangan karakter, kecerdasan, kemandirian dan berbagai potensi anak. Karena itu, perhatian terhadap pendidikan pada fase tersebut merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia.
Ia juga mendorong, Bunda PAUD kecamatan dan gampong untuk aktif berkolaborasi dengan berbagai sektor agar seluruh anak di wilayah masing-masing memiliki akses terhadap pendidikan sejak usia dini.
“Bila perlu kita menjemput bola, supaya anak-anak kita yang ada di wilayah kita semuanya dapat menempuh pendidikan dari masa usia dini,” ungkapnya.
Sebanyak 17 Bunda PAUD kecamatan yang dikukuhkan berasal dari Samalanga, Simpang Mamplam, Pandrah, Jeunieb, Peulimbang, Peudada, Jeumpa, Kota Juang, Juli, Kuala, Peusangan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng, Jangka, Kutablang, Makmur dan Gandapura.
Bunda PAUD yang dikukuhkan yakni Nirwana Muhammad Rizal (Samalanga), Nuraina Mukhsen (Simpang Mamplam), Daiyah Juanda (Pandrah), Fauza Muhammad Maulana Rahmat (Jeunieb), Saumi Bahagia (Peulimbang),
Kemudian Ida Arini Erry Seprinaldy (Peudada), Fittriani Rusli (Jeumpa), Popy Saifuddin (Kota Juang), Sri Rizki Hendri Maulana (Juli), Nurlena Sayuti (Kuala), Farida Alfian (Peusangan), Yanti Marlina Yuliadi (Peusangan Selatan), Nurhalimah Afrizal (Peusangan Siblah Krueng), Kartini Muliyadi (Jangka), Azrina Erizal (Kutablang), Zikrina Asrial Vahmi (Makmur), dan Fanny Birul Walidin (Gandapura). (Mc.Bireuen/Eyv)