Bojonegoro, InfoPublik – Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, berhasil membawa Kabupaten Bojonegoro masuk 10 besar nominator terbaik dalam penilaian Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) tingkat Provinsi Jawa Timur melalui sejumlah inovasi, mulai dari aplikasi pelaporan keamanan hingga perlindungan jaminan sosial bagi anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas).
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, mengapresiasi Desa Sukorejo yang berhasil mengembangkan fungsi pos keamanan lingkungan tidak hanya sebagai tempat ronda malam, tetapi juga sebagai ruang interaksi dan ketahanan sosial masyarakat.
“Peran dari Linmas sangat berarti, karena akan memberikan daya dukung terhadap lingkungan kita sekitar masing-masing. Dan kami berharap seluruh kepala desa, perangkat, dan seluruh linmas bahu-membahu menjaga keamanan lingkungan. Dan menjadi hal yang akan kita rekatkan sinergi antara desa, kemudian dengan Polsek dan Koramil,” kata Nurul dalam dialog interaktif di Radio Istana FM, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, Senin (5/10/2026).
Siskamling di Desa Sukorejo dikembangkan sebagai ruang interaksi langsung antarwarga. Pos ronda dimanfaatkan sebagai wadah gotong royong, ruang komunikasi, serta titik siaga untuk mengantisipasi bencana.
Peran anggota Linmas juga tidak terbatas pada penjagaan pada malam hari. Mereka terlibat dalam menjaga ketertiban sehari-hari, termasuk membantu anak-anak sekolah menyeberang jalan pada pagi hari.
Kepala Desa Sukorejo, Meyke Lelyanasari, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak.
Selain mengembangkan Siskamling, Pemerintah Desa Sukorejo membangun ruang komunikasi tatap muka bertajuk “Srawung”. Forum tersebut menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan kritik dan saran secara langsung dalam suasana informal.
Kegiatan Srawung digelar di dekat permukiman warga dengan konsep lesehan dan suguhan sederhana sehingga komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat dapat berlangsung tanpa sekat.
Warga juga dapat menyampaikan laporan mengenai kondisi keamanan dan ketertiban melalui aplikasi “Si Mbak Kades” atau Sistem Keamanan dan Ketertiban Desa Sukorejo.
“Warga juga bisa memanfaatkan aplikasi ‘Si Mbak Kades’ Sistem Keamanan dan Ketertiban Desa Sukorejo. Setiap kejadian di lingkungan dapat dilaporkan secara cepat dan ditindaklanjuti dengan koordinasi fihak terkait,” tambah Meyke.
Inovasi Siskamling Sukorejo turut didukung dengan perlindungan bagi anggota Linmas. Selain menerima insentif pemerintah, anggota Linmas memperoleh perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan dalam skema Universal Health Coverage (UHC).
Mereka juga mendapat dukungan pemeriksaan kesehatan fisik secara rutin per rukun tetangga (RT) oleh puskesmas setempat.
Desa Sukorejo dinilai memiliki karakter wilayah yang kompleks karena terdapat berbagai fasilitas publik dan pusat aktivitas masyarakat. Wilayah tersebut memiliki pasar tradisional, pusat perbelanjaan, stasiun kereta api, terminal, rumah sakit umum daerah (RSUD), serta fasilitas pendidikan mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi.
Kondisi tersebut membuat Sukorejo disebut sebagai “miniatur Indonesia” karena Siskamling harus berhadapan dengan dinamika keamanan dan ketertiban di kawasan dengan aktivitas masyarakat yang beragam.
[iw/nn]