Tidore, InfoPublik- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talaga Puncak di Dusun Talaga Puncak, Kelurahan Rum, Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan, resmi beroperasi untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Peresmian SPPG 3T tersebut dilakukan secara serentak di wilayah timur Indonesia pada Jumat (2/10/2026). SPPG Talaga Puncak menjadi salah satu titik pelayanan MBG yang menyasar masyarakat di wilayah dengan akses relatif jauh dari pusat kota.
Deputi Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN) Mariman Darto mengatakan program MBG merupakan bagian dari upaya membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Pelaksanaan program tersebut tidak hanya berfokus pada penyaluran makanan, tetapi juga memastikan pemenuhan kebutuhan gizi penerima manfaat, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Kami prioritaskan di daerah 3T, selain arahan Presiden dan arahan dari Kepala Badan Gizi Nasional yang baru, kami menginginkan agar pada daerah-daerah potensial di 3T, hari ini ada sekitar 16 Provinsi, 116 Kabupaten/Kota dan 480 SPPG atau dapur yang dibuka secara serentak, kami menginginkan bahwa penerima manfaat terutama 3B atau Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita, maupun siswa, bisa merasakan Makan Bergizi Gratis,” kata dia.
Mariman menjelaskan, SPPG Talaga Puncak memiliki jumlah penerima manfaat sebanyak 49 orang, terdiri atas 18 siswa sekolah dasar, 11 guru, serta 20 penerima manfaat kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Menurut dia, jumlah penerima manfaat tersebut menjadi yang terkecil dibandingkan SPPG lainnya yang beroperasi dalam program tersebut. Kendati demikian, SPPG Talaga Puncak diharapkan mampu memberikan pelayanan secara optimal karena lokasinya berdekatan dengan sekolah sehingga proses penyediaan dan distribusi makanan dapat berjalan dengan baik.
Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe mengatakan pemenuhan gizi merupakan investasi untuk membangun kualitas generasi masa depan. Menurutnya, program MBG menjadi salah satu upaya untuk memperbaiki gizi masyarakat sekaligus mendukung penurunan stunting.
"Untuk wilayah Maluku Utara sendiri belum cukup 60 persen masyarakat dapat menikmati MBG, yang diresmikan hari ini saja belum, apalagi yang di Pulau-Pulau, ini baru 1 dari sekian pulau, ada 976 pulau di Maluku Utara. Karena itu Pak Deputi, MBG ini program yang luar biasa, maka butuh orang-orang jujur dan berintegritas yang harus mengelola ini, sehingga pelaksanaannya dapat maksimal, tepat sasaran dan tidak menimbulkan masalah,” kata dia.
Sarbin juga mengingatkan pentingnya pengelolaan program MBG secara baik agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara optimal, termasuk masyarakat yang berada di wilayah kepulauan.
Wakil Wali Kota Tidore, Ahmad Laiman berharap keberadaan fasilitas tersebut tidak hanya berorientasi pada penyediaan sarana, tetapi mampu memberikan manfaat maksimal bagi penerima manfaat.
“Kami sangat berterima kasih kepada BGN dan jajarannya, juga kepada Pemerintah Pusat karena telah melakukan upaya terbaik sehingga menempatkan titik di salah satu dusun kami. Boleh dikatakan terpencil atau jauh jangkauannya dari wilayah kota. Tetapi masih ada juga wilayah lainnya yang belum dilakukan secara maksimal, mudah-mudahan selanjutnya titik-titik yang telah diusulkan itu mendapat respon baik dari BGN,” ujar dia.
Ahmad Laiman menambahkan, meskipun jumlah penerima manfaat di SPPG Talaga Puncak baru 49 orang, hal tersebut tidak mengurangi arti penting kehadiran program MBG bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Ia berharap program MBG dapat turut meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, menurunkan persentase stunting di Kota Tidore Kepulauan, serta mendukung lahirnya generasi yang berkualitas untuk pembangunan daerah.
(Tn/MC Tidore)