SLEMAN, InfoPublik – Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Remboko Sumberejo, Kapanewon Tempel, Sleman, sukses mengawinkan program Ketahanan Pangan (Ketapang) 2026 dengan sektor pariwisata.
Inovasi ini diwujudkan melalui pembangunan fasilitas greenhouse budi daya melon hidroponik di Padukuhan Jetis yang kini resmi diperkenalkan sebagai destinasi agrowisata edukatif.
Sekretaris BUMKal Remboko, Martono, menjelaskan, unit usaha andalan ini digagas selaras dengan arahan pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan pangan desa sekaligus menggerakkan sektor ekonomi turunan melalui pemberdayaan produk olahan UMKM, Minggu (27/9/2026).
Dukuh Jetis, Sumaryanto, merinci, fasilitas greenhouse berkonstruksi baja ringan seluas 200 meter persegi tersebut menampung sebanyak 516 tanaman melon yang telah memasuki usia panen 69 hari.
Setiap pohon rata-rata mampu menghasilkan buah melon premium dengan bobot mencapai 2,9 kilogram. Bahkan, terdapat 20 pohon khusus yang sengaja direkayasa untuk membesarkan dua buah sekaligus dengan bobot masing-masing di kisaran 1,5 hingga 1,7 kilogram.
Daya tarik utama dari inovasi pertanian modern ini terletak pada pengalaman transaksinya. Pengunjung disuguhi konsep wisata interaktif dengan masuk langsung ke dalam ruang greenhouse, berswafoto, hingga leluasa memilih dan memetik sendiri melon segar dari batangnya.
Melihat prospek cerah dan tingginya antusiasme pembeli, Martono menargetkan pembangunan greenhouse kedua di lahan bagian belakang.
Penambahan infrastruktur ini nantinya akan dikelola dengan sistem rotasi tanam guna memastikan keberlanjutan masa panen yang stabil setiap minggunya, berdampingan dengan rencana ekspansi BUMKal ke sektor perikanan. (MC Kab. Sleman / KIM Senyum Tempel / Sadhono Hadi)