Banjarbaru, InfoPublik – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Banjarbaru mendorong penguatan pendataan Dasawisma sebagai dasar untuk memetakan kondisi dan persoalan warga secara lebih akurat.
Data keluarga di tingkat paling bawah dinilai penting untuk memastikan berbagai program pembinaan hingga intervensi pemerintah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Upaya tersebut diperkuat melalui Sosialisasi Pendataan Kelompok Dasawisma Tingkat Kota Banjarbaru Tahun 2026 yang digelar di Aula Gawi Sabarataan, Jumat (25/9/2026).
Kelompok Dasawisma yang terdiri atas 10 hingga 20 rumah tangga merupakan unit terkecil yang berada paling dekat dengan masyarakat. Posisi tersebut membuat kader Dasawisma memiliki peran penting dalam mengetahui kondisi, dinamika, potensi, serta persoalan yang dihadapi keluarga secara langsung.
Karena itu, data Dasawisma tidak sekadar menjadi kumpulan angka. Data tersebut dapat menggambarkan kondisi masyarakat, mulai dari aspek kesehatan, pendidikan, ekonomi hingga kesejahteraan sosial.
Ketua TP PKK Kota Banjarbaru, Riandy Hidayat, mengatakan pendataan Dasawisma diharapkan mampu memetakan potensi sekaligus berbagai persoalan di tingkat keluarga secara lebih menyeluruh.
“Dengan demikian, program pembinaan, bantuan serta intervensi dari pemerintah daerah maupun PKK ini tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Riandy, akurasi data menjadi hal penting karena setiap informasi yang dihimpun dari masyarakat dapat menjadi bahan rujukan dalam menentukan langkah pembinaan dan program selanjutnya.
Melalui sosialisasi tersebut, seluruh kader Dasawisma diharapkan semakin memahami teknis pendataan secara menyeluruh dan mampu memastikan informasi yang dihimpun sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Hal ini sangat penting untuk memastikan data yang dihimpun itu benar-benar valid dan objektif sehingga dapat dijadikan sebagai data rujukan. Selain peningkatan kualitas data, momentum ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Tim Penggerak PKK dan Kelompok Dasawisma,” katanya.
Dengan pendataan yang valid hingga tingkat rumah tangga, Dasawisma diharapkan tidak hanya menjadi ujung tombak pendataan masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu fondasi dalam menghadirkan program pembangunan yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan warga Banjarbaru.(Tim Liputan/MedCenBJB/Eyv)