Pangka Raya, InfoPublik – Lebih dari 1.300 jemaah di Kota Palangka Raya mengikuti pembacaan Salawat Burdah secara serentak di sejumlah lokasi, Kamis (24/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar spiritual masyarakat di tengah kondisi kemarau, kekeringan, dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Pembacaan Salawat Burdah digelar di tujuh lokasi yang tersebar di lima kecamatan dan dua pondok pesantren. Kegiatan dimulai pukul 17.30 WIB dengan salat Magrib berjemaah, salat hajat, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Salawat Burdah.
Lima masjid yang menjadi lokasi kegiatan masing-masing berada di Kecamatan Pahandut, Sabangau, Jekan Raya, Rakumpit, dan Bukit Batu. Sementara itu, dua lokasi lainnya merupakan pondok pesantren di Kota Palangka Raya.
Berdasarkan data panitia, jumlah jemaah yang mengikuti, kegiatan tersebut diperkirakan lebih dari 1.300 orang. Sebanyak 300 jemaah tercatat hadir di Pahandut, masing-masing 250 jemaah di Sabangau dan Jekan Raya, 200 jemaah di Bukit Batu, serta 100 jemaah di Rakumpit. Selain itu, sekitar 100 santri mengikuti kegiatan di masing-masing dari dua pondok pesantren.
Ketua Harian Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kota Palangka Raya, Abdul Majid, mengatakan, pembacaan Salawat Burdah merupakan ikhtiar spiritual untuk merespons kondisi kekeringan dan kabut asap yang terjadi akibat Karhutla.
“Burdah secara harfiah bermakna dingin. Melalui pembacaan Salawat Burdah, kami berharap cuaca panas ini menjadi dingin dan menyejukkan. Burdah juga dikenal sebagai sholawat penolak bala, sehingga harapan kita segala bencana yang menimpa daerah ini dapat diangkat,” ujar Abdul Majid.
Menurut Majid, tema “Menolak Musibah, Meraup Berkah” dipilih untuk menggambarkan harapan masyarakat agar kondisi kemarau dan kabut asap segera berakhir serta digantikan dengan kesejukan dan keberkahan.
Kegiatan tersebut digagas PD DMI Kota Palangka Raya bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Palangka Raya. Pembacaan Salawat Burdah di setiap lokasi dipimpin oleh ustaz setempat.
Di Pahandut, kegiatan dipimpin Ustaz M. Taufan. Di Sabangau, pembacaan dipimpin santri Pondok Pesantren Al Wafa. Sementara di Bukit Batu dipimpin Ustaz H. Mustain Haitami dan di Rakumpit dipimpin Ustaz Zaeni Mahmud.
Abdul Majid mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai ritual bersama, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan introspeksi dan memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan dan sesama.
“Semoga ini menjadi ruang introspeksi bagi kita bersama agar musibah ini cepat berlalu. Pembacaan Salawat Burdah ini diharapkan, membawa rasa damai dan tenteram,” katanya.
PD DMI dan PCNU Kota Palangka Raya selanjutnya berencana menjadikan pembacaan Salawat Burdah sebagai agenda berkala. Kegiatan tersebut direncanakan digelar secara bergantian di lima kecamatan setiap bulan.(MC Kota Palangka Raya/Andi/Eyv)