Bone Bolango, InfoPublik - Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, mencatat usulan masyarakat Desa Bangio yang menyampaikan usulan pengembangan sektor pariwisata, salah satunya pembangunan Taman Wisata Penangkaran Burung Maleo yang dilengkapi dengan pos pemantauan.
Pertemuan Sultan Kalupe dengan warga Desa Bangio ini terjadi saat mendampingi Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail berkunjung ke Kecamatan Pinogu, Kabupaten Bone Bolango.
Usulan ini diharapkan dapat menjadi langkah untuk mengembangkan potensi wisata berbasis konservasi sekaligus memberikan ruang edukasi kepada wisatawan mengenai keberadaan satwa endemik yang menjadi salah satu potensi alam Pinogu.
"Selain maleo, masyarakat juga menyampaikan potensi pengembangan wisata pemantauan tarsius. Kedua potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan sebagai bagian dari wisata alam dan edukasi dengan tetap memperhatikan aspek pelestarian lingkungan," kata Sultan Kalupe seusai keluar dari wilayah enklave belantara Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Kamis (24/9/2026).
Sementara di sektor ekonomi kreatif, masyarakat mendorong pengembangan kopi Pinogu agar tidak berhenti pada produksi komoditas, tetapi diperkuat melalui hilirisasi. Pengembangan dapat diarahkan pada peningkatan kualitas pengolahan, pengemasan, produk turunan hingga pemasaran sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Sultan Kalupe mengatakan, berbagai aspirasi tersebut menjadi masukan penting dalam melihat potensi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kecamatan Pinogu.
Menurutnya, potensi wisata berbasis konservasi seperti maleo dan tarsius serta komoditas kopi Pinogu memiliki peluang untuk dikembangkan secara terintegrasi dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.
“Aspirasi masyarakat ini tentu menjadi masukan bagi kami. Potensi maleo, tarsius dan kopi Pinogu dapat menjadi bagian dari pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, tentunya dengan tetap memperhatikan konservasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Sultan.
Ia menambahkan, pengembangan potensi tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan stakeholder terkait agar dapat dilakukan secara berkelanjutan. (mcgorontaloprov/anna)