Banten, InfoPublik- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memastikan pendampingan terhadap keluarga Surakman, salah satu kru kapal yang menjadi korban insiden laut dalam perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, terus dilakukan.
Pendampingan tersebut dilakukan hingga proses pemakaman serta melalui koordinasi dengan unsur terkait untuk menyampaikan setiap perkembangan informasi kepada keluarga.
Mewakili Gubernur Banten, Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Banten Arif Agus Rakhman menghadiri prosesi salat jenazah hingga pemakaman Surakman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ki Demang, Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (24/9/2026).
“Kami atas nama Pemprov Banten menyampaikan turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga. Kami akan terus melakukan pendampingan dan berkomunikasi intensif dengan keluarga,” kata Arif.
Arif mengatakan, Pemprov Banten terus berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, dan unsur terkait lainnya. Setiap perkembangan informasi di lapangan akan disampaikan kepada pihak keluarga.
“Informasi sekecil apa pun yang kami terima akan kami komunikasikan kepada keluarga,” ujar dia.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah dan kepolisian dalam prosesi tersebut menjadi bagian dari pendampingan kepada keluarga korban. Turut hadir Kapolres Pandeglang AKBP Sonny Harsono.
Jenazah Surakman tiba di Masjid Agung Al Khusaeni sekitar pukul 10.45 WIB menggunakan ambulans. Warga dan kerabat telah berkumpul sejak pagi untuk menyambut kedatangan jenazah.
Setelah disalatkan, jenazah dibawa ke TPU Ki Demang yang berada tidak jauh dari masjid untuk dimakamkan. Arif bersama jajaran kepolisian dan masyarakat turut mengantarkan jenazah hingga ke tempat peristirahatan terakhir.
Jenazah Surakman sebelumnya ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu. Setelah melalui proses identifikasi, jenazah dipulangkan ke Banten atas permintaan keluarga.
Surakman merupakan satu dari delapan orang yang dilaporkan hilang saat berlayar menuju Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026. Rombongan tersebut terdiri atas lima jurnalis, dua kru kapal, dan satu orang pemandu.
(Mills/MC Banten)