Bireuen. InfoPublik – Perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat mendorong pentingnya penguatan wawasan kebangsaan bagi generasi muda dan masyarakat. Pemahaman terhadap Pancasila dan nilai kebangsaan dinilai perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Hal itu menjadi perhatian Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bireuen melalui pendidikan wawasan kebangsaan yang diikuti 50 peserta dari unsur siswa, mahasiswa, dan masyarakat, Kamis (24/9/2026), di Oproom Setdakab Bireuen.
Kegiatan bertema “Penguatan Ideologi Pancasila dan Karakter Kebangsaan” itu diarahkan untuk meningkatkan pemahaman peserta terhadap nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Wakil Bupati Bireuen Razuardi menyampaikan, wawasan kebangsaan diperlukan sebagai landasan dalam memandang diri dan lingkungan dengan tetap mengutamakan persatuan bangsa dan kesatuan wilayah.
Menurutnya, penguatan wawasan kebangsaan tidak cukup hanya melalui pemahaman secara teori, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Perkembangan teknologi, arus informasi, dan perubahan sosial yang berlangsung cepat, kata dia, perlu diimbangi dengan pemahaman kebangsaan agar generasi penerus tetap memiliki karakter dan jati diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
“Langkah penyelamatan ini perlu dilakukan agar wawasan kebangsaan di kalangan masyarakat serta generasi penerus tidak tergerus oleh perkembangan zaman dan dinamika pembangunan,” ujarnya.
Penguatan wawasan kebangsaan juga diarahkan untuk membangun nasionalisme dalam berbagai aspek kehidupan. Kepentingan nasional menjadi salah satu landasan dalam membangun kehidupan bersama dengan tetap menghargai kepentingan individu, kelompok, suku, dan daerah selama tidak bertentangan dengan kepentingan bangsa.
Bagi generasi muda, pemahaman tersebut penting karena mereka akan menjadi bagian dari masyarakat yang melanjutkan pembangunan dan kehidupan berbangsa pada masa mendatang.
Selain memperkuat rasa cinta terhadap bangsa dan negara, wawasan kebangsaan diharapkan dapat membangun sikap saling menghargai di tengah keberagaman. Perbedaan agama, budaya, bahasa, dan suku bangsa merupakan bagian dari realitas Indonesia yang perlu dikelola melalui semangat persatuan dan saling menghormati.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia T. Juwirmansyah mengatakan, pendidikan wawasan kebangsaan tersebut bertujuan mengoptimalkan pengembangan dan penerapan nilai-nilai kebangsaan serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Penguatan kesadaran tersebut berlandaskan pada nilai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan, mampu menerapkan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan masing-masing, baik di sekolah, perguruan tinggi, keluarga, maupun dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.Pentingnya kemajuan yang tetap berpijak pada identitas dan martabat bangsa.
“Seluruh peserta harus mampu meraih kemajuan tanpa mengorbankan harga diri dan martabat kita,” tambahnya.(Mc.Bireuen/Eyv)