Sekolah Lansia Tangguh di Pasirian Jadi Ruang Belajar dan Bersosialisasi
PWRI Lumajang (Istimewa)
PWRI Lumajang (Istimewa)
Lumajang, InfoPublik — Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) di Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, menjadi ruang bagi para lanjut usia (lansia) untuk tetap belajar, menjaga kesehatan, bersosialisasi, serta berbagi pengalaman kepada keluarga dan masyarakat.
Program tersebut mendapat dukungan melalui Anggaran Dana Desa (ADD) Desa Pasirian dengan melibatkan Tim Penggerak PKK Desa Pasirian sebagai pelaksana lapangan.
Kegiatan pembelajaran dan pertemuan dijadwalkan berlangsung rutin setiap bulan pada Rabu minggu pertama dan direncanakan berjalan hingga September 2027.
Ketua PWRI Kecamatan Pasirian, Sutrisno, mengatakan masa purnatugas tidak berarti berakhirnya peran seseorang di tengah keluarga maupun masyarakat.
Menurutnya, produktivitas lansia tidak hanya dapat diukur dari pekerjaan formal atau kemampuan menghasilkan pendapatan, tetapi juga dari pengalaman, nasihat, dan kontribusi sosial.
“Lansia yang purnatugas sering dianggap sudah selesai. Padahal, produktivitas tidak cuma soal uang, tetapi juga pengalaman, nasihat, dan peran menjaga keutuhan keluarga,” ujar Sutrisno di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Kamis (24/9/2026).
Ia menilai pengalaman hidup generasi senior dapat menjadi pengetahuan yang diwariskan kepada generasi berikutnya melalui pendampingan keluarga maupun keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Selantang juga diharapkan dapat menjaga keterhubungan sosial lansia sekaligus memberi ruang bagi mereka untuk tetap aktif sesuai kemampuan masing-masing.
Ketua Tim Kerja Pembangunan Keluarga Dinas Kesehatan-P2KB Kabupaten Lumajang, Mardiyanti, mengatakan lansia perlu menjaga kesehatan fisik dan mental serta tetap mengikuti kegiatan yang memberikan manfaat.
“Di usia saat ini, bersyukur adalah kebutuhan hati. Obat paling murah bagi lansia bukanlah vitamin, melainkan hati yang tenang,” tutur Mardiyanti.
Ia mendorong para lansia memanfaatkan berbagai kegiatan di lingkungan masyarakat, seperti posyandu lansia, senam bersama, pengajian, serta aktivitas sesuai minat dan hobi.
Kegiatan tersebut dapat membantu lansia menjaga hubungan sosial, tetap aktif, serta mempertahankan perannya di tengah keluarga dan masyarakat.
“Lansia adalah perpustakaan berjalan yang pernah ikut membangun daerah. Jika ada yang memandang sebelah mata, bukan karena lansia itu kecil, melainkan karena cara pandang mereka saja yang belum terbuka lebar,” tegas Mardiyanti.
Melalui Selantang, lansia di Pasirian diharapkan memiliki ruang yang berkelanjutan untuk menjaga kesehatan, memperluas interaksi sosial, serta membagikan pengalaman kepada generasi berikutnya.
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ard/An-m)
© Copyright 2026, All Rights Reserved