TOBA, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba, Sumatra Utara, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar kegiatan Penyediaan Layanan Keamanan Informasi dan Persandian Pemerintah Daerah Tahun 2026 di Balai Data Kantor Bupati Toba, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kepedulian, serta kesiapsiagaan aparatur sipil negara dalam mengelola keamanan informasi dan mengoptimalkan penyelenggaraan tata kelola persandian daerah.
Bupati Toba, Effendi Sintong P Napitupulu, menekankan, forum ini harus dimanfaatkan secara maksimal guna menyatukan persepsi para operator di tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga kecamatan.
“Selama ini mungkin masih banyak pemahaman yang berbeda dari seluruh operator. Harapan kami, melalui kegiatan ini kita memiliki acuan standar dan pemahaman yang sama. Pengamanan data butuh tim yang solid, saya tidak ingin kegiatan hari ini sekadar seremonial belaka,” tegas Bupati Effendi.
Lebih lanjut, Effendi mengingatkan bahwa benteng keamanan sistem elektronik tidak hanya bertumpu pada infrastruktur teknologi semata. Faktor sumber daya manusia, yakni kedisiplinan, kesadaran, dan tanggung jawab individu aparatur, menjadi penentu utama terlindunginya data pemerintahan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Diskominfo Toba, Tumpal Panjaitan, menjelaskan, agenda literasi keamanan data ini mengacu pada Peraturan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Nomor 10 Tahun 2019 serta Peraturan BSSN Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Insiden Siber.
“Tujuan utamanya adalah mendorong penguatan budaya keamanan informasi serta kesiapsiagaan aparatur dalam menghadapi berbagai ancaman maupun insiden siber,” sebut Tumpal.
Guna memberikan wawasan komprehensif secara teknis, agenda ini turut menghadirkan narasumber ahli, di antaranya Analis Kebijakan Ahli Muda Diskominfo Provinsi Sumatra Utara Imron Pribadi dan Franky Sihaloho, serta Ketua Pusat Studi Cybersecurity Institut Teknologi Del, Gerry Italiano W. (MC Kab. Toba)