Dumai, InfoPublik - Festival Literasi Kota Dumai 2026 menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat budaya baca sekaligus mendorong pengetahuan dan kreativitas menjadi karya yang bermanfaat bagi pembangunan daerah.
Mengusung tema “Literasi Menguatkan Generasi Berkarya Membangun Dumai”, kegiatan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Dumai tersebut berlangsung di halaman Kantor Dispersip Kota Dumai, Selasa (22/9/2026).
Sekretaris Daerah Kota Dumai, Fahmi Rizal, mengatakan, literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi perlu mendorong masyarakat mengolah pengetahuan menjadi karya nyata yang memberikan manfaat bagi daerah.
“Atas nama Pemerintah Kota Dumai, kami menyampaikan apresiasi dan menyambut baik diselenggarakannya Festival Literasi 2026. Sesuai dengan tema kita hari ini, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan bagaimana pengetahuan itu ditransformasikan menjadi karya nyata untuk membangun Kota Dumai,” ujar Fahmi, Selasa (22/9/2026).
Fahmi juga mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda serta jajaran pemerintah hingga tingkat kelurahan, terus menghidupkan budaya literasi di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, penguatan budaya literasi menjadi bagian penting dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Karena itu, gerakan literasi perlu melibatkan berbagai unsur masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau Indra mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Dumai dalam mengembangkan literasi di daerah. Menurutnya, penguatan literasi perlu dilakukan secara terpadu, mulai dari tingkat kelurahan hingga provinsi.
“Penguatan literasi tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi dari tingkat kelurahan hingga provinsi. Langkah Kota Dumai mengolaborasikan perpustakaan dengan komunitas, sekolah, hingga rumah ibadah melalui program inklusi sosial adalah terobosan luar biasa yang patut dicontoh. Provinsi Riau siap terus mendukung penuh pengembangan sarana dan prasarana literasi di Kota Dumai,” tegas Indra.
Festival Literasi Kota Dumai 2026 berlangsung selama tiga hari, 22-24 September 2026, dengan menghadirkan berbagai kegiatan untuk pelajar dan masyarakat umum.
Sekretaris Dispersip Kota Dumai Mira Syaifi mengatakan rangkaian kegiatan dirancang sebagai ruang edukatif dan inklusif yang dapat melibatkan berbagai kelompok masyarakat.
“Festival Literasi 2026 dirancang sebagai ruang edukatif dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Hari pertama kami isi dengan gelar wicara untuk pelajar dan masyarakat umum, pelatihan berpantun tingkat SD dan SMP, serta kegiatan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang melibatkan perpustakaan kelurahan, puskesmas, taman bacaan masyarakat, hingga masjid,” ujar Mira.
Pada hari kedua dan ketiga, kegiatan dilanjutkan dengan Lomba Dongeng tingkat SD, Temu Komunitas Literasi, Kelas Literasi bagi Bunda Literasi dan PKK, serta pameran stan literasi.
Festival tersebut juga menjadi ruang pertemuan bagi penggiat literasi, mahasiswa, pelajar, komunitas, pemerintah, serta masyarakat untuk memperluas kolaborasi dalam mengembangkan budaya literasi di Kota Dumai.
Pembukaan festival turut dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau Indra, Kepala Balai Bahasa Riau, Ketua PD GMPD Riau, jajaran perangkat daerah, camat dan lurah se-Kota Dumai, Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan, penggiat literasi, mahasiswa, pelajar, serta undangan lainnya.
Rangkaian pembukaan ditutup dengan peninjauan stan pameran oleh Fahmi Rizal bersama rombongan, kemudian dilanjutkan pelatihan dan gelar wicara di ruang terbuka.