SLEMAN, InfoPublik – Lajnah Muroqobah Yanbu’a (LMY) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan Training of Trainer (TOT) Thoriqoh Yanbu’a bertajuk “Tata Kelola TPQ, Madin, Lembaga Formal, dan Standardisasi Thoriqoh Yanbu’a” di Pondok Pesantren Sulaimaniyah, Sleman, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan ini merupakan langkah strategis LMY Sleman untuk meningkatkan kapasitas pendidik dan tata kelola di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Madrasah Diniyah (Madin), maupun lembaga pendidikan formal.
Lebih dari sekadar standardisasi metodologi bacaan, pengelolaan lembaga pendidikan agama yang terstruktur dinilai krusial untuk menanamkan pemahaman agama yang inklusif dan moderat.
Ketua Umum LMY Sleman, Muhammad Yazid Al Hafidz, menegaskan, pelatihan ini menjadi momentum penting untuk memastikan pengajaran Al-Qur'an didukung oleh sistem kelembagaan yang profesional.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kita untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lembaga pendidikan Al-Qur’an. Mengajarkan Al-Qur’an bukan hanya tentang bagaimana membaca dengan benar, tetapi juga bagaimana membangun sistem pendidikan yang tertata, berkelanjutan, dan memiliki standar yang baik,” ujar Yazid.
Melalui standarisasi sistem pengajaran, anak-anak sejak dini dapat dibekali dengan nilai-nilai akhlakul karimah yang mempromosikan perdamaian, toleransi, kerukunan, serta penghargaan terhadap keberagaman di tengah masyarakat majemuk.
Yazid menambahkan, para peserta TOT diproyeksikan menjadi penggerak utama yang mampu mentransfer ilmu tata kelola pendidikan ini ke wilayah tugasnya masing-masing.
“Melalui TOT ini, kami berharap para peserta nantinya dapat menjadi trainer dan penggerak yang mampu menularkan ilmu serta mengembangkan Thoriqoh Yanbu’a di lembaga masing-masing. Semoga ikhtiar kecil kita hari ini menjadi bagian dari perjuangan besar dalam menjaga kualitas pembelajaran Al-Qur’an dan melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur’an,” tuturnya.
Selain sebagai sarana peningkatan kompetensi sumber daya manusia, agenda ini menjadi wadah penguatan jejaring komunikasi antarpendidik agama di Sleman, guna menjaga keberlangsungan syiar Islam yang damai dan adaptif terhadap keberagaman bangsa. (MC Kab. Sleman / KIM DSN Ngaglik / Egi Prayoga)