Palangka Raya, InfoPublik - Wali kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menilai, keberadaan khatib dan bilal memiliki nilai strategis dalam kehidupan umat. Keduanya tidak hanya berperan dalam pelaksanaan ibadah di masjid, tetapi juga memiliki posisi penting dalam menyampaikan pesan keagamaan yang menyejukkan, membangun persatuan, serta memperkuat keharmonisan di tengah masyarakat.
Demikian pernyataan itu disampaikan Fairid saat membuka, Pelatihan Khatib dan Bilal bagi pengurus masjid se-Kota Palangka Raya di Aula Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, mimbar masjid merupakan salah satu media yang memiliki daya jangkau emosional langsung kepada jamaah sehingga pesan yang disampaikan khatib memiliki pengaruh besar dalam membentuk pemahaman dan sikap masyarakat.
“Untuk itu, seorang khatib dan bilal bukan sekadar penyampai rukun khutbah atau penyeru azan, melainkan memiliki peran penting dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik,” ujar Fairid.
Dikatakannya, khatib harus mampu menyampaikan, materi dakwah dengan berlandaskan ilmu, memiliki wawasan kebangsaan, serta mengedepankan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Pesan yang disampaikan hendaknya mampu memberikan kesejukan, pencerahan dan mendorong masyarakat untuk membangun kehidupan yang beradab.
“Seorang khatib harus hadir membawa kedalaman ilmu, wawasan kebangsaan, serta pesan-pesan Islam yang rahmatan lil ‘alamin, pesan yang menyejukkan, mencerahkan dan membangun keberadaban,”katanya.
Sementara, bilal lanjut Fairid, juga memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan ibadah di masjid sekaligus menjadi bagian dari penyampaian pesan kebaikan kepada jemaah.
Pemerintah Kota Palangka Raya saat ini membutuhkan kemitraan strategis bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI), para dai, khatib, bilal dan seluruh pengurus masjid untuk menjaga kondusivitas daerah, memperkuat keharmonisan antarumat beragama, serta mendukung keberlanjutan pembangunan di Kota Palangka Raya.
Kepada seluruh peserta pelatihan, Fairid berpesan agar kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dia berharap pelatihan tidak hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kompetensi dalam menjalankan tugas sebagai pengemban dakwah. (MC Kota Palangka Raya/Gusti/Eyv)