Palangka Raya, InfoPublik – Pemerintah Kota Palangka Raya mendorong, pembudidaya ikan air tawar untuk mampu mengembangkan usaha secara profesional dan berkelanjutan.
Demikian pernyataan itu disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palangka Raya, Samsul Rizal, saat membuka, Seminar Awal Strategi Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar Berbasis Rantai Pasok dan Business Plan di Aula Rahan Pumpung Kapakat, Kantor Bapperida Kota Palangka Raya, Rabu (15/9/2026).
Samsul mengatakan, pembudidaya ikan harus memiliki kemampuan dalam menghitung biaya produksi, menentukan harga, memahami kondisi pasar, membangun kemitraan, mengelola risiko, hingga mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“Produksi yang tinggi belum tentu memberikan keuntungan yang optimal apabila biaya produksi meningkat, harga pakan tinggi, akses pasar terbatas, maupun jaringan pemasaran belum kuat. Karena itu, aspek bisnis dan kelayakan usaha menjadi perhatian penting dalam kajian ini,” ujarnya.
Menurutnya, penyusunan Business Model Canvas dan Business Plan menjadi bagian strategis untuk membantu pembudidaya melihat usaha secara lebih menyeluruh. Melalui Business Model Canvas, berbagai komponen usaha dapat dipetakan, mulai dari mitra utama, aktivitas utama, sumber daya, proposisi nilai, pelanggan, saluran pemasaran, struktur biaya hingga sumber pendapatan.
Sementara itu, Business Plan diharapkan, dapat menjadi pedoman dalam menentukan arah pengembangan usaha yang lebih terukur dan berorientasi pada kebutuhan pasar. Perencanaan yang baik, pembudidaya diharapkan mampu mengambil keputusan usaha berdasarkan perhitungan yang lebih matang.
Ia menilai, pendekatan tersebut penting agar pengembangan perikanan budidaya di Kota Palangka Raya tidak berhenti pada persoalan produksi. Lebih jauh, sektor ini diharapkan mampu membangun ekosistem usaha yang efisien, memiliki daya saing, berorientasi pasar, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Kita harapkan, bukan sekadar peningkatan produksi ikan, tetapi bagaimana pembudidaya dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih baik. Karena itu, strategi pengembangan harus memperhatikan seluruh proses usaha dari hulu hingga hilir,” jelasnya.
Ia berharap, hasil kajian nantinya dapat menghasilkan model dan perencanaan bisnis yang realistis serta aplikatif, sehingga dapat menjadi salah satu pijakan Pemerintah Kota Palangka Raya dalam menyusun kebijakan dan program pengembangan perikanan budidaya.
“Semoga kajian ini menghasilkan rekomendasi yang benar-benar dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para pembudidaya ikan, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat perekonomian daerah dan ketahanan pangan Kota Palangka Raya,”tambahnya. (MC. Kota Palangka Raya/Nitra/Eyv)