Endhog-Endhogan Banyuwangi, Tradisi Maulid yang Sarat Makna Berbagi
Istimewa
Istimewa
Banyuwangi, InfoPublik – Ribuan kembang endhog diarak sejauh sekitar tiga kilometer dalam Pawai Endhog-Endhogan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis (10/9/2026).
Pawai dimulai dari Pendopo Sabha Swagata Blambangan menuju Kantor Bupati Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.
Telur rebus yang telah dihias ditempatkan pada batang pohon pisang berhias atau jodhang, kemudian diarak menggunakan berbagai kendaraan, mulai dari becak hingga sepeda hias.
Iring-iringan semakin semarak dengan rebana, musik Islami, dan lantunan selawat. Ribuan warga turut memadati sepanjang rute untuk menyaksikan pawai dan menerima telur yang dibagikan peserta.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bersama jajaran pemerintah daerah, Kementerian Agama, organisasi keagamaan, dan masyarakat turut mengikuti pawai tersebut.
Ipuk mengatakan Endhog-Endhogan tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi, tetapi juga merupakan tradisi masyarakat Banyuwangi yang terus dijaga.
“Endog-endogan sudah menjadi tradisi Maulid di Banyuwangi. Kegiatan ini bagian dari menjaga tradisi tersebut,” kata Ipuk.
Menurutnya, tradisi tersebut juga mengandung nilai berbagi dan menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan antara pemerintah, masyarakat, serta berbagai unsur yang terlibat.
“Ini bagian dari konsep berbagi. Serta ruang untuk mempererat kebersamaan antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai unsur yang terlibat dalam perayaan,” tuturnya.
Pawai Endhog-Endhogan juga menarik perhatian wisatawan asing yang berada di Banyuwangi. Roman, wisatawan asal Prancis, mengaku tertarik melihat tradisi tersebut saat berkunjung bersama rombongannya. “Tradisi ini sangat menarik. Sangat indah,” ujarnya.
Roman dan rombongannya berada di Banyuwangi selama tiga hari untuk mengunjungi sejumlah destinasi wisata dan menikmati keindahan alam daerah tersebut.
Melalui Pawai Endhog-Endhogan, Pemkab Banyuwangi berupaya menjaga tradisi Maulid sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan berbagi di tengah masyarakat.
© Copyright 2026, All Rights Reserved