Bone Bolango, InfoPublik - Perwakilan Tim Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) Muhammad Surendar, berkoordinasi secara intensif untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai kondisi sektor perikanan daerah serta perkembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Diskusi berfokus pada kesiapan lokasi, ketersediaan sarana dan prasarana, hingga evaluasi berbagai kendala operasional di lapangan demi menjamin keberlanjutan program.
"Koordinasi dan pemantauan langsung di lapangan sangat krusial untuk memastikan seluruh program perikanan tangkap berjalan sesuai target. Kami ingin memastikan infrastruktur dan tata kelola di lokasi KNMP benar-benar siap untuk mendukung ketahanan pangan akuatik secara berkelanjutan," ujar Muhammad Surendar saat mengunjungi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo, Kamis (10/9/2026).
Langkah itu diambil sehubungan dengan pelaksanaan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian program pengelolaan perikanan tangkap dalam mendukung ketahanan pangan akuatik.
Selain itu, kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau secara langsung pelaksanaan kegiatan usaha perikanan tangkap, utamanya di lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris DKP Provinsi Gorontalo, Misran Lasantu, selaku Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas, menyampaikan arah pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Gorontalo. Ia menekankan pentingnya penguatan inclusive fishing, penerapan sistem satu data, peningkatan nilai tambah hasil perikanan, serta konsistensi dalam menerapkan prinsip blue economy dan sustainability.
"Kami sangat menyambut baik perhatian dari Kemenko Pangan RI. Penguatan sektor perikanan di Gorontalo memang membutuhkan sinergi yang kuat, terutama dalam mengimplementasikan prinsip ekonomi biru agar pemanfaatan sumber daya laut dapat memberikan hasil optimal tanpa merusak ekosistem," kata Misran Lasantu.
Terkait pelaksanaan KNMP, Misran mengungkapkan bahwa saat ini telah terdata sebanyak 46 titik lokasi di Provinsi Gorontalo. Namun, ia tidak memungkiri bahwa sebagian lokasi belum beroperasi secara maksimal. Menurutnya, kendala utama terletak pada kesiapan serta dukungan pendanaan koperasi pengelola dalam mengoperasikan sarana dan prasarana yang telah disiapkan pemerintah.
Selain pembahasan KNMP, pertemuan tersebut juga menyoroti potensi besar perikanan tuna di Gorontalo. Nelayan lokal dinilai memiliki pengalaman dan keahlian yang sangat baik dalam teknik penangkapan tuna. Keunggulan ini juga didukung oleh keberhasilan Program Kapal Taksi Nelayan yang terbukti efektif dengan raihan hasil tangkapan tuna mencapai rata-rata 30 hingga 40 kilogram per ekor.
Sebagai tindak lanjut, Tim Kemenko Pangan RI dijadwalkan melakukan peninjauan lapangan ke lokasi KNMP Leato Selatan, Kota Gorontalo, pada Jumat (11/9/2026).(mcgorontaloprov/yanto)