Sumenep Jadi Lokasi Kajian Nasional Pembangunan Kepulauan
Sumenep, InfoPublik – Kabupaten Sumenep menjadi salah satu lokasi utama kajian nasional Kementerian PPN/Bappenas untuk merumuskan kebijakan pembangunan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (WP3K). Kajian tersebut diarahkan untuk menemukan model pengembangan wilayah kepulauan yang mampu memperkuat konektivitas sekaligus mendorong ekonomi, pangan, energi, air bersih, dan kelestarian lingkungan.
Sumenep dipilih bersama sejumlah wilayah kepulauan strategis lainnya, yakni Natuna, Sabang, dan Kepulauan Seribu. Pendekatan yang digunakan adalah Hub and Spoke, dengan penguatan pusat pertumbuhan sebagai hub yang terhubung dengan pulau-pulau di sekitarnya sebagai spoke.
Ketua Tim Program Penyusunan Kebijakan Inovatif Pengembangan WP3K Bappenas, Aditya Widya Pradipta, mengatakan kajian di Sumenep, terutama Pulau Kangean dan kawasan pesisir, dilakukan untuk memetakan persoalan sekaligus potensi yang dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan kepulauan.
“Bappenas menargetkan rekomendasi kebijakan selesai pada akhir Desember 2026 sebagai dasar penyusunan standar pembangunan kepulauan dan program prioritas, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil,” kata Aditya, Kamis (10/9/2026).
Kajian tersebut mencakup lima dimensi utama, yaitu transformasi ekonomi, infrastruktur dan konektivitas, ketahanan pangan, air dan energi, serta lingkungan hidup dan sosial ekonomi masyarakat. Dalam kunjungan lapangan pada 3–4 September 2026, tim Bappenas meninjau sejumlah sektor yang dinilai menentukan keberlanjutan pembangunan wilayah kepulauan Sumenep.
Salah satu perhatian utama berada pada sektor energi. Bersama PLN, Bappenas membahas rencana pengembangan sistem kelistrikan di pulau-pulau kecil melalui konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berbahan bakar minyak menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berbasis baterai.
Skema tersebut diarahkan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak sekaligus menekan biaya produksi listrik, khususnya di wilayah kepulauan seperti Gili Raja dan Kangean. Persoalan konektivitas juga menjadi bagian penting dalam pemetaan. Tim meninjau Pelabuhan Kalianget sebagai salah satu simpul transportasi yang mendukung mobilitas orang dan barang menuju kawasan kepulauan.
Potensi ekonomi lokal juga menjadi perhatian, terutama industri dan hilirisasi garam. Tim Bappenas meninjau PT Mulya Anugerah Sumekar yang mengembangkan garam konsumsi premium hingga produk bernilai tambah, termasuk garam untuk kebutuhan spa.
Pengembangan tersebut dinilai penting dalam melihat peluang transformasi ekonomi dari komoditas pesisir menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi. Pada sektor pangan, pemetaan dilakukan melalui dialog dengan kelompok tani di Desa Braji dan peninjauan sistem penyuluhan pertanian di Kecamatan Gapura. Tim juga melihat program Kampung Nelayan Merah Putih di Kecamatan Batang-Batang sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
Sementara pada sektor air bersih, Bappenas membahas penguatan layanan bersama Perumda Air Minum Sumekar. Pembahasan mencakup rehabilitasi jaringan pipa dan pembangunan sumur bor untuk memperluas akses air bersih, termasuk bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Selain itu, aspek pengelolaan lingkungan turut dipetakan untuk memastikan pengembangan ekonomi dan infrastruktur kawasan pesisir tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan serta kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Hasil temuan lapangan tersebut kemudian dibahas bersama Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dalam audiensi untuk mengidentifikasi kebutuhan daerah dan menyelaraskannya dengan arah kebijakan pembangunan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
Melalui kajian ini, Bappenas diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang tidak hanya menjawab persoalan masing-masing pulau, tetapi juga membangun keterhubungan antarpulau melalui sistem hub and spoke. Dengan demikian, pengembangan wilayah kepulauan dapat berlangsung lebih terintegrasi, dari konektivitas dan layanan dasar hingga penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
(Yasik/Fer)